Menanam Harapan di Pegunungan Kendeng Pati: Kolaborasi Lintas Bangsa dan Lintas Iman di Pedak-Gower

Peristiwa441 Dilihat

PATI – wartaintegritas.com – Semangat penghijauan dan kepedulian terhadap lingkungan kembali tumbuh di kawasan Pegunungan Kendeng Kapur Utara Pati. Pada Sabtu, 16 Mei 2026, masyarakat Pedak-Gower yang tergabung dalam Koperasi Bukit Asri Sentosa (KopBAS) melaksanakan kegiatan penanaman pohon bersama berbagai mitra dan tamu dari mancanegara. Kegiatan ini didukung oleh Mennonite Central Committee (MCC), Wijna, serta Muria Damai Sentosa Indonesia (MDSI).

Acara ini juga menjadi semakin istimewa karena melibatkan tim pertukaran pelajar dan pemuda dari Kenya, Amerika Serikat, dan Filipina. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi jembatan persaudaraan lintas bangsa, budaya, dan agama.

Kegiatan diawali dengan kirab budaya yang berlangsung meriah. Masyarakat mengarak bibit tanaman dan gunungan tumpeng dari Joglo Sanggar menuju kantor koperasi dengan melewati Dusun Pedak dan Gower. Arak-arakan budaya tersebut didukung oleh para pegiat seni dan budaya dari Pati yang dipimpin oleh Ratna. Beberapa pemuda pertukaran internasional juga turut terlibat dalam kirab budaya tersebut. Abi dari Filipina tampil menarik dengan mengenakan kostum burung kepodang, Nikole dari Kenya menaburkan bunga sepanjang perjalanan kirab, sementara Eli dari Kansas bersama John dari Filipina ikut dalam kelompok pengusung tumpeng. Suasana semakin semarak ketika rombongan melewati Sekolah Dasar Negeri Pedak. Para guru dan murid tampak antusias bergabung dalam kirab, berjalan bersama sambil menyaksikan semangat gotong royong yang hidup di tengah masyarakat.

Kirab budaya tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi juga simbol penghormatan masyarakat terhadap alam. Bibit tanaman yang diarak menggambarkan harapan baru bagi perbukitan Kendeng yang selama ini mengalami kerusakan dan kekeringan akibat minimnya tutupan pohon.

Kirab budaya sebelum penanaman pohon (Foto: Vanesa Hartono)

Sesampainya di halaman kantor koperasi, kegiatan dilanjutkan dengan bancaan bersama yang diiringi doa lintas agama. Kyai Rasno memimpin doa mewakili umat Islam, sementara Pdt. Marlan memimpin doa mewakili umat Kristen. Momen ini menjadi gambaran indah tentang kehidupan masyarakat yang rukun dan saling mendukung dalam menjaga bumi sebagai rumah bersama.

Setelah doa bersama, seluruh peserta menikmati makan bersama dalam suasana penuh keakraban. Rombongan dari Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) Pati juga turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, memperkuat semangat kebersamaan lintas komunitas.

Bancaan, makan bersama (Foto: Vanesa Hartono)

Usai bancaan, kegiatan utama berupa penanaman pohon dimulai. Bibit-bibit mangga ditanam di kawasan perbukitan sebagai upaya penghijauan sekaligus investasi jangka panjang bagi masa depan lingkungan dan ekonomi masyarakat. Penanaman pohon ini diharapkan dapat membantu mengurangi risiko kekeringan, longsor, serta meningkatkan kualitas tanah dan sumber air di kawasan Kendeng Utara.

Setelah kegiatan penanaman selesai, para tamu dari luar negeri diajak menjelajahi Gua Lawa yang berada di Dusun Pedak. Keindahan alam dan kekayaan bentang karst Kendeng memberikan pengalaman tersendiri bagi para peserta pertukaran pemuda tersebut. Kegiatan ini sekaligus memperkenalkan potensi wisata alam yang dimiliki wilayah Pedak dan Gower.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan dialog antara para petani dan tim pertukaran pemuda internasional. Dalam dialog tersebut, para petani menyampaikan berbagai tantangan yang mereka hadapi, salah satunya adalah serangan hama tikus yang sering merusak tanaman pertanian. Mereka juga bertanya apakah petani di luar negeri mengalami persoalan yang sama dan bagaimana cara mengatasinya.

Peserta dari berbagai negara (Foto: Vanesa Hartono)

Eli, salah satu peserta dari Kansas, Amerika Serikat, yang berasal dari keluarga petani, menjelaskan bahwa di wilayahnya tikus bukan menjadi persoalan besar karena terdapat pengendali alami, yaitu burung elang. Namun, untuk menghadapi hama lainnya, para petani di Kansas masih banyak menggunakan obat-obatan kimia. Ia juga menjelaskan bahwa lahan pertanian di daerahnya umumnya sangat luas dan datar sehingga pengolahan tanah dilakukan dengan menggunakan alat berat seperti traktor.

Dialog tersebut membuka wawasan baru bagi masyarakat. Para petani dapat belajar mengenai praktik pertanian di negara lain, sementara para tamu internasional juga belajar mengenai tantangan pertanian rakyat di kawasan pegunungan kapur Indonesia.

Kepala Desa Brati, Nyono, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kedatangan tamu-tamu dari mancanegara. Ia berharap Desa Brati, khususnya Pedak dan Gower, dapat berkembang menjadi kawasan wisata alam yang maju dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan permohonan maaf karena pemerintah desa belum dapat memberikan dukungan maksimal terhadap berbagai upaya yang dilakukan KopBAS dalam menggerakkan penghijauan di kawasan bukit-bukit gundul Kendeng.

Pemotongan Tumpeng dari Herman selaku ketua koperasi ke Pdt. Marlan (Vanesa Hartono)

Sementara itu, Herman selaku Ketua Koperasi Bukit Asri Sentosa menegaskan bahwa gerakan penghijauan akan terus dilanjutkan. Pada kegiatan kali ini, masyarakat menanam 100 pohon mangga. Namun, beberapa bulan mendatang, setelah musim penghujan tiba, koperasi berencana menambah jumlah pohon yang ditanam hingga mencapai 300 pohon. Herman juga mengajak masyarakat yang ingin menanami lahannya dengan pohon agar mulai mendaftarkan diri kepada KopBAS.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan sendirian. Diperlukan kerja sama antara masyarakat, lembaga sosial, pemerintah desa, komunitas lintas agama, hingga jejaring internasional. Dari Pedak dan Gower, tumbuh sebuah harapan bahwa penghijauan bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga menanam masa depan, persaudaraan, dan kehidupan yang lebih lestari bagi generasi mendatang.

(Iwan Firman Widiyanto/ Suyito Basuki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *