LPPD Provinsi Jateng Harapkan Dukungan Dana untuk Berangkatkan Kontingen ke Papua Barat

Peristiwa87 Dilihat

SALATIGA – wartaintegritas.com – Bertempat di Gereja Bethel Area Salatiga, Kamis 9 April 2026 yang baru lalu diadakan pertemuan lembaga agama dan keagamaan yang diinisiasi oleh Kantor Kemenag Provinsi Jawa tengah, khususnya Pembimas Kristen.  Pertemuan yang dihadiri oleh wakil dari berbagai sinode, organisasi masyarakat Kristen, Yayasan-yayasan Kristen se jawa Tengah diharapkan oleh Pembimas Kristen, Siswo Martono, M.Pdk. dapat membantu Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Jateng dalam memberangkatkan kontingen Jateng ke Lomba Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Papua Barat, 18-28 Juni 2026.

“Pesparawi adalah kegiatan umat Kristen, sehingga saya mengajak para undangan dari lembaga agama dan keagamaan di Jawa Tengah ini bisa memahami dan terlibat dalam persiapan dan keberangkatan kontingen Pesparawi Jateng ini,” demikian ujar Siswo Martono.  Permintaan ini disampaikan karena sampai saat ini pengajuan dana ke pemerintah Provinsi Jateng belum ada persetujuan.

“Hal ini terkait dengan efisiensi anggaran pemerintah dan direktori presiden,” jelas Siswo Martono terkait belum adanya persetujuan dari Pemrov Jateng itu dan ia tambahkan bahwa dampak dari kebijakan pemerintah saat ini, biaya-biaya perjalan pun dipotong hingga 50 prosen.  “Dalam kondisi sekarang ini, bahkan biaya perjalanan dinas dipotong hingga 75 prosen,” demikian ujar Siswo Martono menggambarkan kondisi pemerintahan sekarang ini.

Siswo Martono berharap LPPD Jateng bisa memahami hal itu demikian juga lembaga-lembaga agama dan keagamaan bisa kemudian mensuport kebutuhan pendanaan untuk kepentingan pemberangkatan Kontingen Jateng ini.

Dwi Kuncoro, Ketua Umum LPPD Jateng menyebutkan bahwa Kontingen Jateng dalam rencana akan memberangkatkan 11 cabang lomba dengan 180 penyanyi, 3 orang pelatih, tiga orang pianis, seorang konduktor, dan 12 orang oficial.  Saat ini, kas LPPD Jateng memiliki 200 juta dan akan dibantu oleh Kemenag Jateng 250 juta.

“Kami menganggarkan keuangan Rp. 2.312.520.000 untuk pendanaan keberangkatan kontingen.  Dengan prediksi keuangan yang ada kami masih membutuhkan suntikan dana Rp. 1.862.520.000,” demikian Dwi Kuncoro dalam paparannya.

Lebih lanjut Dwi Kuncoro menyampaikan bahwa Pesparawi memiliki nilai strategis, karena ini adalah esta rohani bersama semua propinsi di Indonesia. Sehingga Pesparawi yang semula titik tekannya pada lomba, tetapi untuk saat ini akan menjadi sebuah mezbah bersama.  “Ini sebuah eksistensi yang patut didukung dan diperhitungkan,” ujar Dwi Kuncoro.

Beberapa peserta mempunyai usulan supaya segera dibuatkan proposal untuk dibicarakan pengurus masing-masing sinode.  Serta ada juga yang berharap supaya dibuatkan promosi berupa video yang diputar di lembaga mereka masing-masing. 

(Suyito Basuki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *