Kevikepan Surakarta Rayakan Ulang Tahun ke-59 dengan Misa Syukur

Peristiwa207 Dilihat

SURAKARTA, wartaintegritas.com – Kevikepan Surakarta merayakan hari ulang tahunnya yang ke-59 pada hari Senin petang 14 Oktober 2025, dalam suasana penuh syukur dan bahagia. Hari Ulang Tahun sebenarnya jatuh pada tanggal 7 Oktober 2025. Perayaan ini dipusatkan melalui perayaan Ekaristi Kudus dengan tema “Berziarah Membawa Kabar Sukacita”.

Misa Syukur dipimpin oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang, Romo Fransiskus Xaverius Sugiyono PR, sebagai selebran utama. Ekaristi Kudus ini turut dikonselebrasikan oleh Romo Herman Yoseph Singgih Sutoro PR, selaku Vikaris Episkopalis Kevikepan Surakarta. Sejumlah koordinator Rayon Kevikepan Surakarta juga menjadi konselebran

Salah satunya Romo Basilius Edi Wiyanto PR dari Paroki Santa Perawan Maria Bunda Kristus Wedi (Koordinator Rayon Klaten Barat dan Klaten Timur) Misa Syukur di hadiri sekitar  9000 umat dari berbagai paroki yang ada di wilayah Soloraya.

Rangkaian liturgi selasa  sore itu diawali dengan Paraliturgi dari anak-anak dan remaja. Paroki Santo Inigo Dirjodipuran.

Dalam tarian menggambarkan ungkapan rasa syukur atas perjalanan Kevikepan Surakarta selama 59 tahun yang telah mengalami dinamika dalam peziarahan hidup bersama paroki-paroki se-Kevikepan Surakarta.

Perkembangan Kevikepan juga disampaikan, di mana data terbaru tahun 2025 menunjukkan bahwa Kevikepan Surakarta telah berkembang menjadi 29 paroki dan 1 stasi. Hal ini mengalami peningkatan signifikan dari data tahun 2017 yang mencatat 23 paroki, 2 stasi paroki, dan 3 paroki administrasi.

Umat yang hadir diajak untuk mempersiapkan hati dan pikiran memasuki perayaan Ekaristi Kudus, dan menyambut para Romo serta seluruh pelayan liturgi dengan menyanyikan lagu pembuka “Gereja Bagai Bahtera”

​Menurut ketua panitia penyelenggara, Yustinus Gabriel Rusanto adhi, mengatakan:  “Misa syukur ini mengundang seluruh Romo dan pengurus Gereja Katolik. Partisipasi gereja meliputi 29 paroki dan 1 stasi yang berada di wilayah Kevikepan Surakarta. Diperkirakan, sekitar 9.000 umat turut menghadiri perayaan tersebut”.

​Tujuan utama dari pertemuan besar ini adalah agar para Romo, pengurus, dan umat dapat saling mengenal, memperhatikan, dan mendukung satu sama lain.  Yustinus Gabriel Rusanto adhi menjelaskan bahwa perayaan ini penting untuk menjangkau gereja-gereja yang mungkin berada di pedalaman serta umat yang jumlahnya berkurang akibat pindah ke luar kota.

​​Terkait sejarah Kevikepan, Yustinus Gabriel Rusanto adhi juga menjelaskan bahwa Kevikepan Surakarta, bersama Kevikepan Semarang dan Kevikepan Jogja, merupakan hasil pemekaran yang dilakukan pada waktu yang sama. Pemekaran ini dilakukan karena wilayah Keuskupan Agung Semarang (KAS) kala itu dianggap terlalu luas.

​”Agar para Romo itu akan lebih dekat dengan umatnya, lebih mengetahui kondisi sosial, ekonominya, bagaimana pendidikannya, bagaimana kesehatannya, dan bagaimana kehidupannya, sehingga seluruh umat bisa terlayani dengan baik,” jelas Yustinus Gabriel mengenai alasan pemekaran tersebut.

Usai Misa syukur  dilanjutkan dengan pemotongan kue sebagai simbol syukur. Pemotongan kue dan  Penyerahan tongkat estafet  dilakukan oleh Romo Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Agung Semarang kepada Romo Vikaris Episkopal (Vikep) Kevikepan Surakarta, Romo Herman.

​Penyerahan tongkat estafet ini melambangkan penanda estafet pelayanan kepada seluruh Romo Paroki, Romo Vikaris, seluruh PGPM, DPPH, dan seluruh karyawan Gereja se-Kevikepan Surakarta.

Mohon dukungannya (Advertorial: Pewarna Jateng)

Umat kemudian diajak untuk pesta rakyat yang berada di sebelah gereja dengan hiburan dari Regina Pacis.

​Dari aspek keamanan, pihak panitia menerjunkan Pengamanan Gereja (PAM-JA) ,dengan dibantu dari pihak Kepolisian (Polsek Laweyan), TNI Koramil 01 Laweyan dan Dishub Kartosuro.  Memastikan acara berjalan lancar dan kondusif. Ipda Nanang Timor dari Kanit 1 Satlantas Polsek Laweyan melaporkan bahwa pengamanan telah dilaksanakan dengan baik sejak pukul 5 sore hingga selesainya acara.

​”Terpantau jelas untuk parkir di seputaran tidak mengganggu arus lalu lintas,” ujar Ipda Nanang Timor, menambahkan bahwa pengaturan parkir berlangsung rapi sehingga warga sekitar pun tidak terganggu.

Oleh: Benyamin Hadinagoro / Dwijonagoro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *