SURAKARTA – wartaintegritas.com — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai tancap gas menyusun proyeksi pendapatan daerah untuk tahun 2027. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa Pemprov harus segera beralih menuju kemandirian fiskal yang kuat di tengah tren penurunan dana transfer dari pemerintah pusat, dalam Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan di Surakarta, Selasa (7/4/2026).
Ahmad Luthfi menekankan agar penyusunan target tidak lagi sekadar formalitas atau bersifat stagnan.
”Pendapatan itu tidak boleh stagnan, harus dikejar. Target RPJMD harus tercapai. Penyusunan target tidak boleh lagi bersifat normatif,” tegas Luthfi di hadapan jajaran OPD dan BUMD.
Strategi Baru: Berbasis Hasil, Bukan Administrasi
Luthfi menyoroti pentingnya perubahan pola kerja, terutama dalam sektor pajak kendaraan bermotor. Ia meminta pendekatan yang selama ini bersifat administratif diubah menjadi berbasis hasil dengan pemetaan potensi yang lebih konkret di lapangan.
Beberapa poin strategi utama yang diusung antara lain:
- Penguatan Riset: Pemetaan potensi pendapatan berbasis kewilayahan.
- Optimalisasi Aset: Monitoring ketat terhadap aset daerah agar lebih produktif.
- Mendorong BUMD dan BLUD menerapkan good corporate governance dan inovasi layanan.
- Digitalisasi: Mempercepat layanan publik berbasis digital guna menutup celah kebocoran pendapatan.
Prioritas untuk Rakyat
Selain mengejar angka, Gubernur juga menginstruksikan agar setiap rupiah yang didapat diprioritaskan untuk program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya, kegiatan yang dianggap tidak signifikan diminta untuk segera dipangkas.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemprov. Ia berharap sinergi antara eksekutif dan legislatif mampu melahirkan terobosan baru untuk memperluas sumber-sumber pendapatan asli daerah (PAD). Dengan perencanaan yang lebih presisi, Sekda Jateng Sumarno optimistis target tahun 2027 dapat tercapai tanpa meninggalkan beban anggaran pada masa mendatang.
(Benyamin Hadinagoro)










