Hingga Tingkat RT/RW: FKUB Klaten Masifkan Gerakan Kerukunan Berbasis Akar Rumput

Peristiwa259 Dilihat

​KLATEN – wartaintegritas.com — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bersama Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kabupaten Klaten terus memperkuat sinergi demi menjaga kondusivitas warga. Tokoh lintas agama dinilai menjadi pilar utama dalam merawat keberagaman di tengah masyarakat yang majemuk.

​Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua FKUB Klaten, K.H. Syamsuddin Asyrofi, saat memberikan pembinaan kepada pengurus PKUB tingkat kecamatan dan desa di Delanggu, Klaten, Kamis (2/7/2026). ​Menurut Syamsuddin, kunci utama dari persatuan masyarakat adalah terwujudnya toleransi yang kokoh antarpemeluk agama. “Tiada persatuan di masyarakat tanpa adanya kerukunan antarumat beragama,” ujarnya.

​Inovasi Struktur Hingga Tingkat RT dan RW

​Salah satu terobosan menarik yang dilakukan di Kabupaten Klaten adalah perluasan struktur organisasi kerukunan yang tidak hanya berhenti di tingkat kecamatan atau desa, melainkan masuk hingga ke tingkat rukun warga (RW) dan rukun tetangga (RT).

​Di beberapa wilayah, nomenklatur seksi kerohanian atau keagamaan setempat sengaja diubah dan ditambah dengan kata “kerukunan”. Inovasi ini diharapkan mampu mendeteksi dan meredam potensi gesekan sosial sejak dini secara mandiri. Kendati demikian, FKUB mengakui bahwa penerapan kearifan lokal ini belum merata di seluruh desa dan masih menjadi pekerjaan rumah yang terus dikejar.

​Manajemen Kolektif Kolegial

​Menyadari luasnya wilayah yang harus dijangkau, FKUB Klaten menerapkan sistem manajemen kolektif kolegial. Beban kerja didistribusikan secara merata kepada tujuh belas pengurus kabupaten, yang kemudian disokong penuh oleh jejaring PKUB di tingkat kecamatan hingga desa.

​”Kami menerapkan sistem kolektif kolegial agar roda organisasi dan sosialisasi program pemerintah dalam mengkampanyekan kerukunan terasa lebih ringan,” jelas Syamsuddin.

​Hasil serap aspirasi dan sharing data antara FKUB dan PKUB ini nantinya akan diformulasikan menjadi strategi baru. Tujuannya agar seluruh tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat di Klaten dapat berkontribusi aktif, sehingga ikatan persaudaraan di tingkat akar rumput semakin solid.

(Benyamin Hadinagara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *