EDP AKPER Patria Husada: Dari Problem Menjadi Learning, dari Learning Menjadi Perubahan

Pendidikan84 Dilihat

KARANGANYAR – wartaintegritas.com — Pengembangan sumber daya manusia tidak cukup hanya dengan menambah pengetahuan dan keterampilan. Dibutuhkan perubahan cara berpikir, kebiasaan kerja, kemampuan berkolaborasi, serta komitmen untuk terus melakukan perbaikan.

Semangat itulah yang menjadi roh pelaksanaan Employee Development Program (EDP) Akademi Keperawatan Patria Husada Surakarta. Selama empat hari, jajaran AKPER Patria Husada mengikuti rangkaian pengembangan diri dan organisasi yang dirancang dengan pendekatan PPEPP: Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan.

Program ini diarahkan agar peserta tidak sekadar memahami konsep, tetapi mampu menerjemahkannya menjadi perilaku, kebiasaan kerja, target kinerja, dan rencana pengembangan diri.

Hari Pertama: Menentukan Arah

Hari pertama EDP difasilitasi Drs. Purwoto, M.Pd. dengan fokus pada tahap Penetapan. Peserta diajak memahami EDP sebagai sistem pengembangan SDM yang berkelanjutan. Pembahasan tidak berhenti pada pengertian EDP, tetapi diarahkan pada pertanyaan mendasar: ke mana organisasi bergerak dan kompetensi seperti apa yang dibutuhkan?

Peserta melakukan refleksi terhadap kompetensi yang dimiliki saat ini dibandingkan dengan kompetensi yang dibutuhkan organisasi. Dari proses tersebut, peserta mulai memetakan competency gap sekaligus kebutuhan pengembangan masing-masing.

Visi, misi, dan nilai organisasi kemudian ditempatkan sebagai kompas. Nilai tidak dipahami sekadar sebagai slogan, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku kerja yang konkret.

Proses hari pertama ditutup dengan refleksi “My Development Starting Point” sebagai titik awal perjalanan pengembangan setiap peserta.

Hari Kedua: From Problem to Learning

Hari kedua menjadi momentum penting untuk mengubah cara pandang terhadap masalah. Dengan tema “Bertumbuh Bersama melalui Growth & Teamwork”, kegiatan difasilitasi oleh Herbasuki, S.Kp., M.Kes. dan dr. Muljadi Hartono, M.H.A.

Salah satu materi utama adalah “From Problem to Learning” yang dibawakan Herbasuki. Peserta diajak melihat persoalan di lingkungan kerja bukan semata-mata sebagai hambatan, melainkan sebagai kesempatan untuk belajar dan memperbaiki proses.

Cara pandang tersebut menjadi bagian dari penguatan growth mindset—belajar dari kesalahan, terbuka terhadap umpan balik, mampu beradaptasi, dan terus melakukan perbaikan. Dalam rancangan EDP, growth mindset ditempatkan sebagai salah satu fondasi organisasi yang terus belajar dan bertumbuh.

Sementara itu, materi yang difasilitasi dr. Muljadi Hartono, M.H.A. memperkuat budaya kerja kolaboratif.

Peserta diajak mengenali hambatan teamwork, membangun komunikasi efektif, memperkuat kepercayaan dan akuntabilitas, serta mengembangkan kemampuan menyelesaikan masalah secara bersama-sama.

Rancangan EDP menekankan bahwa persoalan perlu dihadapi melalui proses identifikasi masalah – analisis – solusi – keputusan, bukan dengan saling melempar persoalan antarunit.

Hari Ketiga: Mengukur, Memperbaiki, dan Berkomitmen

Memasuki hari ketiga, dr. Muljadi Hartono, M.H.A. kembali memfasilitasi peserta dengan fokus pada tahap Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan.

Setelah peserta memahami arah organisasi dan membangun kebiasaan kerja baru, tahap berikutnya adalah memastikan perubahan tersebut menghasilkan kinerja yang dapat diukur.

Peserta diperkenalkan pada OKR (Objectives and Key Results) sebagai instrumen untuk menerjemahkan arah strategis menjadi tujuan dan hasil yang terukur. Peserta berlatih menyusun objective, menentukan key results, serta menghubungkan target organisasi, unit, dan individu.

Materi kemudian diarahkan pada penyusunan Individual Development Plan (IDP). Melalui IDP, peserta menentukan area pengembangan, kompetensi yang ingin dicapai, aktivitas pengembangan, target waktu, dukungan organisasi, hingga indikator keberhasilan.

Dengan demikian, setiap peserta diharapkan memiliki rencana pengembangan yang bukan hanya bersifat konseptual, tetapi dapat dilaksanakan, dipantau, dievaluasi, dan ditingkatkan secara berkelanjutan.

Hari Keempat: Character Building di Kemuning

Rangkaian EDP AKPER Patria Husada kemudian ditutup pada hari keempat melalui kegiatan character building dan outbound di Kemuning, Karanganyar, Jawa Tengah.

Jika tiga hari sebelumnya lebih banyak memberikan ruang untuk belajar, berdiskusi, berefleksi, dan menyusun rencana, kegiatan outbound menjadi ruang untuk mengalami dan mempraktikkan nilai-nilai yang telah dipelajari.

Dalam suasana yang lebih cair dan penuh kebersamaan, peserta diajak membangun kekompakan, komunikasi, kepercayaan, tanggung jawab, kerja sama, serta keberanian mengambil peran.

Character building tersebut menjadi bagian penting dari keseluruhan EDP. Sebab, perubahan organisasi pada akhirnya membutuhkan perubahan manusia di dalamnya—bukan hanya dari sisi kompetensi, tetapi juga karakter dan kebiasaan kerja.

(Purwoto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *