Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha: Semangat Bela Negara Jadi Kekuatan Kolektif Warga

Peristiwa436 Dilihat

KAB.SEMARANG, wartaintegritas.com – Peringatan Hari Bela Negara tahun 2025 mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”. Tema ini mengingatkan kita bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai apabila seluruh rakyat memiliki kesiapsiagaan, disiplin, dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Demikian diungkapkan Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha selalu Inspektur Upacara dalam peringatan Hari Bela Negara pada Jumat (19/12/2025) di komplek Monumen Palagan Ambarawa.

Menurutnya, dunia sekarang ini berada dalam dinamika yang sangat cepat dan penuh ketidakpastian. Rivalitas geopolitik, krisis energi, disrupsi teknologi, hingga arus informasi yang mudah dimanipulasi menjadi tantangan nyata bagi seluruh bangsa. Ancaman terhadap negara tidak lagi bersifat konvensional, melainkan berbentuk perang siber, gerakan radikalisme hingga ancaman bencana alam yang makin sering terjadi.

Dalam situasi seperti ini semangat bela negara harus menjadi kekuatan kolektif seluruh warga Indonesia, Saat kita memperingati Hari Bela Negara ke-77, saudara – saudara kita di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat tengah diuji oleh bencana alam. Ketiga wilayah ini memiliki peran sejarah yang luar biasa dalam perjalanan Republik, sehingga ujian yang mereka hadapi hari ini adalah panggilan bagi kita semua untuk hadir dan membantu mereka.

Dari Aceh kita belajar tentang keteguhan sebuah wilayah yang sejak masa kerajaan telah menjadi benteng pertahanan Nusantara, pada masa revolusi kemerdekaan Aceh disebut sebagai “Daerah Modal” karena dukungan rakyatnya baik logistik, pesawat, maupun dana yang menjadi penopang diplomasi dan perjuangan Republik, tanpa keteguhan Aceh perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak akan sekuat yang kita kenal hari ini.

“Tanpa keberanian para pemimpin dan rakyat di wilayah ini, sejarah Indonesia akan sangat berbeda, dan peringatan Bela Negara tidak memiliki makna seperti hari ini — karena itu tanpa Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sejarah bela negara tidak akan lengkap, mereka bukan hanya bagian dari perjalanan masa lalu, tetapi fondasi yang menegaskan bahwa persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa ini,” ujarnya.

Ditambahkan, bahwa momentum Hari Bela Negara ke-77 hendaknya menjadi pengingat bahwa cinta tanah air harus kita wujudkan dalam tindakan nyata hadir dalam membantu sesama yang sedang tertimpa bencana, menjaga ruang digital dari hoaks, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, dan berkontribusi dalam pembangunan sesuai peran masing-masing. Mari kita bersama-sama meneguhkan tekad — untuk Indonesia yang kuat, Indonesia yang maju, dan Indonesia yang selalu mampu bangkit menghadapi setiap tantangan.

Dalam upacara tersebut hadir pula Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, Pabung Dim 0714/Salatiga Mayor CTP Suherzam, Kajari Dohar Nosib Wira Warman N., Pj. Sekda Kab. Semarang Rudibdo, Wakil Kerua DRPD Kab. Semarang Suyadi, Direktur RSUD Ambarawa (Dokter Hesti W.), Forkopimda Ambarawa, dan perwakilan pelajar SMP dan SMA/SMK, serta para peserta upacara.

(Heru Santoso)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *