Bupati Klaten Gelar Sambung Rasa di Kelurahan Kabupaten, Tampung Aspirasi Warga hingga Ajak Bersepeda

Peristiwa82 Dilihat

​KLATEN – wartaintegritas.com — Bupati Klaten, Hamenang Fajar Ismoyo, S.I.Kom., melaksanakan kegiatan Sambung Rasa bersama masyarakat di wilayah Kelurahan Kabupaten, Kecamatan Klaten Tengah. Acara tersebut diselenggarakan pada Jumat (17/07/2026), bertempat di Gedung Sunan Pandanaran, Jalan Pemuda, Kabupaten Klaten.
​Kegiatan ini bertujuan untuk menyerap berbagai aspirasi, masukan, serta keluhan langsung dari masyarakat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Hamenang didampingi oleh Penjabat (Pj) Sekda Klaten Joko Purwanto, serta mengajak jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk Plt. Lurah Kelurahan Kabupaten Ibu Lisincia Kartika Dewi, serta para tokoh masyarakat dan stakeholder terkait.

​Fokus pada Penanganan Sampah dan Kolaborasi
​Dalam dialog Sambung Rasa kali ini, persoalan pengelolaan sampah menjadi salah satu topik utama yang paling banyak disoroti oleh masyarakat. Menanggapi hal itu, Bupati Klaten menegaskan pentingnya kolaborasi menyeluruh dari hulu ke hilir untuk mengatasi permasalahan tersebut.

​”Cukup banyak juga permasalahan yang ada. Tentu highlight yang paling tinggi adalah berkaitan dengan masalah persampahan. Yang ini tadi saya sampaikan kita harus kolaborasi semua stakeholder. Tentu dari pemerintah daerah kita akan hadir, tapi di sisi lain bagaimana peran serta warga masyarakat untuk kemudian mengurangi sampah dari hulunya, dari warga masyarakatnya. Dan kita semua berkomitmen, alhamdulillah,” ujar Bupati Hamenang saat diwawancarai.

​Selain masalah sampah, sejumlah usulan pembangunan dan fasilitas publik lainnya juga turut disampaikan oleh warga. Bupati menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara bertahap.

“Kemudian di sisi lain tadi juga ada beberapa usulan yang lain, yang insyaallah satu per satu juga akan kami selesaikan ke depan. Asal satu kata, yaitu kolaborasi,” tambahnya.

​Terkait dengan permintaan pengadaan mobil pengangkut sampah dari warga, Bupati menjelaskan bahwa hal tersebut akan dikaji lebih lanjut untuk tahun anggaran berikutnya. Sebagai solusi jangka pendek, pemerintah menawarkan penyediaan kontainer sampah.

​Bupati juga menambahkan bahwa volume sampah di Kabupaten Klaten yang masuk ke TPA Troketon mencapai kurang lebih 200 ton per hari. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 50 hingga 60 persen sampah yang masuk ke TPA, sehingga pengelolaan dari tingkat rumah tangga melalui TPS 3R dan Bank Sampah terus didorong untuk mengurangi beban pembuangan akhir.

​Sosialisasi Jalur Sepeda pada Hari Jumat

​Menariknya, karena kegiatan ini berlangsung pada hari Jumat, Bupati Hamenang bersama jajarannya memilih menggunakan sepeda menuju lokasi acara. Hal ini sekaligus menjadi momen sosialisasi penggunaan jalur sepeda yang telah tersedia di kawasan perkotaan Klaten.

​”Dan yang menarik hari ini karena hari Jumat, seperti yang sudah saya Gembar-gemborkan, kalau Jumat kalau bisa bersepeda. Lah ini mumpung Sambung Rasa-nya juga di tengah kota, tidak jauh dari rumah dinas, maka kami bersepeda sekalian bersosialisasi. Karena kita punya yang namanya jalur sepeda.

“Tidak semua kabupaten/kota itu di kotanya ada jalur sepeda. Lah, Klaten menjadi salah satu wilayah yang ada jalur sepedanya, maka kita sekalikan sekalian sosialisasi jalur sepeda,” jelas Hamenang.

​Bupati berharap budaya bersepeda ini dapat meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat serta membantu mengurangi emisi gas buang untuk aktivitas jarak dekat di seputar kota.

​Dalam kesempatan yang sama, perwakilan relawan Kelurahan Kabupaten dan Ketua Komunitas Peduli Sungai Kali Lunyu, Doni Wahyono, menyampaikan aspirasi khusus mengenai kondisi Kali Lunyu kepada Bupati.

Ia menyoroti masalah endapan lumpur yang semakin menggunung dan sulit dibersihkan secara manual.

​”Jadi, kami itu fokus pada keadaan sekarang yang ada di Kali Lunyu ya, terutama yang Kali Lunyu itu kan endapan-endapan lumpur kan semakin banyak menggunung. Jadi untuk dinaikkan secara manual itu kelihatannya berat. Makanya kami mengajukan untuk mengeruk dengan bego. Dan tadi dari Pak Bupati akan disondingkan juga dengan Dinas Lingkungan Hidup dan DPUPR. Harapannya semoga permohonan kami ini tadi bisa terwujud,” kata Doni Wahyono.

Karang Taruna Kelurahan Kabupaten Terima Bantuan Meja Pingpong

​Salah satu aspirasi yang langsung mendapat respons positif datang dari perwakilan Karangtaruna. Nadin Pratama, yang hadir mewakili Karang Taruna Kelurahan Kabupaten, menyampaikan usulan pengadaan alat-alat olahraga untuk menunjang kegiatan pemuda di wilayahnya di kampung Sidorejo

​”Kami meminta bantuan alat olahraga berupa bola voli beserta net, serta meja pingpong untuk kegiatan Karang Taruna,” ujar Nadin saat menyampaikan aspirasinya di depan Bupati.

​Menanggapi permintaan tersebut, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo langsung memberikan disposisi penanganan. Mengingat asas prioritas dan kebutuhan yang mendesak (urgen), Bupati memutuskan untuk langsung memfasilitasi pengadaan meja tenis meja (pingpong) untuk Karang Taruna Kelurahan Kabupaten.

​Mendengar keputusan tersebut, Nadin menyampaikan rasa terima kasih dan bahagianya atas respons cepat dari orang nomor satu di Klaten itu.

​”Tanggapan Pak Bupati sangat baik. Dari beberapa yang kami usulkan, ternyata yang paling urgen dan sangat kami butuhkan, yaitu meja pingpong, langsung di-ACC. Tentu kami sangat bahagia karena ini bisa menjadi sarana berkegiatan positif bagi Karang Taruna di Kelurahan Kabupaten,” ungkap Nadin

​Kegiatan Sambung Rasa ini berjalan dengan interaktif dan kondusif, mempertegas komitmen Pemkab Klaten dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang responsif dan dekat dengan rakyat.

​Sementara itu, Plt. Lurah Kelurahan Kabupaten, Lisincia Kartika Dewi, mengapresiasi kehadiran Bupati Klaten dalam acara ini. Ia mengungkapkan meskipun Kelurahan Kabupaten saat ini kekurangan personel PNS, namun pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal berkat dukungan penuh dari warga dan para relawan.

​”Walaupun saya hanya single fighter karena hanya PLT Lurah, kasi-kasinya kosong, sekkel-nya juga kosong, PNS-nya tidak ada sama sekali. Puji Tuhan dengan dukungan warga, ada relawan, itu semua berjalan dengan lancar dan saya merasa ini sukses. Tadi aspirasi yang disampaikan ada beberapa permasalahan. Kalau tempat kami kan gedung kantor yang tidak representatif, itu tadi pas kita bincang-bincang sama Mas Hamenang kemungkinan mau ada solusi,” pungkas Lisincia Kartika Dewi.

​Kegiatan Sambung Rasa ini berjalan secara interaktif dan kondusif, ditutup dengan komitmen bersama antara pemerintah daerah, pihak kelurahan, dan warga masyarakat untuk terus bergotong-royong membangun Kabupaten Klaten.

(Benyamin Hadinagara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *