Dari Krisis Menjadi Harapan: Sumur Bor MDSI-Christoperus di Pengungsian Lopian

Peristiwa1144 Dilihat

TAPANULI TENGAH, wartaintegritas.com — Di tengah luka pasca-banjir bandang yang melanda Lopian, Kecamatan Badiri, Tapanuli Tengah sejak 25 November 2025, secercah harapan mengalir dari kompleks Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Pelita Family.

Muria Damai Sentosa Indonesia/Mennonite Diakonia Service Indonesia (MDSI) bekerjasama dengan Yayasan Christoperus bergerak cepat merespons krisis air bersih dengan membangun sumur bor di lokasi pengungsian yang selama 30 hari telah menampung sekitar 500 warga terdampak

Pengeboran sumur dilaksanakan pada Kamis, 5 Januari 2026. Direktur MDSI, Pdt. Paulus Hartono (59), memimpin langsung proses pencarian titik air. Kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Pdt. Iwan Firman Widiyanto (45) yang didampingi juga oleh Gembala Jemaat GPdI Pelita Family, Pdt. Jun Mendrofa (51), menandai kolaborasi iman dan kemanusiaan dalam upaya pemulihan.
Hasilnya nyata, pada hari Jumat (16/1) air jernih berhasil ditarik dari kedalaman sekitar 20 meter.

Pdt.Iwan Firman (Bawah) memimpin doa bersama Pdt.Paulus Hartono (Kiri) dan Pdt.Jun Mendrofa (Kanan) sebelum pengeboran (Foto: Sheila Rebecca)

Keberhasilan ini disambut haru oleh Pdt. Mendrofa. “Puji Tuhan. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada MDSI,” ujarnya. Ia mengungkapkan bahwa krisis air bersih telah lama mereka alami, bahkan sebelum bencana, dan beberapa upaya sebelumnya selalu gagal. Kini, air dari sumur bor tersebut dinilai layak dan dapat dimanfaatkan oleh jemaat serta warga di Lingkungan IV sekitar gereja.

Pdt. Hartono menegaskan bahwa pembangunan sumur bor ini merupakan bagian dari komitmen MDSI untuk menghadirkan solusi berkelanjutan. “Air adalah sumber kehidupan. Kami ingin gereja dan masyarakat Lopian memiliki akses air yang baik untuk kelangsungan hidup yang bermartabat,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa temuan air jernih di wilayah yang dikenal berlahan rawa merupakan hasil yang patut disyukuri, sekaligus membuka harapan bagi pemulihan yang lebih luas. Lebih dari sekadar pemulihan fisik, program ini turut menyalakan harapan jangka panjang.

Lantai 2 GPdI Pelita Family Lopian yang dipergunakan untuk mengungsi (Foto: Iwan Firman)

Pdt. Mendrofa menyampaikan kerinduan untuk membangun pelayanan yang berorientasi pada pendidikan, sebagai respons atas tantangan iman generasi muda di wilayah tersebut.

Dengan dukungan MDSI, ia berharap dapat merintis pendirian sekolah berbasis nilai keimanan, sehingga pemulihan pasca-bencana tidak hanya menghadirkan air yang mengalir, tetapi juga masa depan yang lebih kuat bagi komunitas Lopian.

(Iwan Firman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Puji Tuhan, Tuhan telah menjawab pergumulan kami melalui kehadiran MDSI, dimana selama ini kami bergumul untuk air bersih.

    Terima kasih Tuhan Yesus memberkati MDSI dan menjadi dimanapun berada… Haleluya