KLATEN, wartaintegritas.com – Semangat Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-80 dan Hari Guru Nasional tahun 2025 di Kabupaten Klaten mencapai puncaknya dengan diumumkannya para pemenang lomba, pada Rabu malam (26/11/25) di Gedung PGRI Klaten.
Salah satu pemenang adalah kelompok paduan suara guru TK yang berhasil menyabet Juara 1. Tim paduan suara yang terdiri atas enam belas guru TK dari berbagai lembaga di Klaten, termasuk TK Maria Assumpta, TK Christa Gracia, TK Putra Utama, TK Trisula, TK Putra Bangsa, dan TK Pertiwi Jomboran.
Tri Puji Hartono, salah satu anggota tim TK, menyampaikan rasa senang dan bangganya atas capaian ini. “Kami berlatih cukup keras, selama berhari-hari, meluangkan waktu di tengah kesibukan kami mengajar anak-anak. Setelah mengajar, kami langsung latihan terus,” ujar Tri Puji Hartono biasa dipanggil Pak Tono.

Keberhasilan ini tidak lepas dari bimbingan intensif dari pelatih mereka, Mbak Wiwit dan Mas Tiyo. Atas kemenangan ini, tim paduan suara guru TK berhak mendapatkan hadiah uang pembinaan sebesar Rp1.500.000,00.
“Sangat senang sekali dan bangga sebagai guru TK, kita mampu menjadi juara yang terbaik di Kabupaten Klaten, di antara guru-guru SD, SMP, SMA. Kami yang terkecil tapi malah juara satu,” tambah Tri Puji Hartono.
Puncak Peringatan HUT PGRI ke-80 dan HGN 2025
Acara pengumuman pemenang dan malam puncak peringatan HUT PGRI ke-80 Kabupaten Klaten ini diselenggarakan dengan meriah dan dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD Klaten, serta tamu undangan.
Wakil Ketua PGRI Kabupaten Klaten, Suharja, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan malam itu merupakan puncak dari sembilan rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi: Pemasangan bendera PGRI dan spanduk tema HUT PGRI, Pertandingan tenis lapangan, Pertandingan bola voli, Lomba paduan suara, Donor darah, Ziarah ke makam Dr. Sulistyo (mantan PB PGRI), Seminar pendidikan, Bakti sosial (Baksos), dan Acara puncak peringatan HUT PGRI ke-80 dan HGN 2025.
Tema dan Pesan untuk Pendidikan
Mengusung tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat, Pendidikan Maju,” peringatan ini menjadi momen bagi PGRI untuk menegaskan komitmen mereka. Wakil Ketua PGRI Klaten juga menyampaikan pesan dan harapan yang mendalam: Klaten yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing, serta berkelanjutan, Mengangkat filosofi “Nyawiji Hanggayuh Mukti, Hangnesti Tejaning Jati,” sebagai simbol persatuan untuk mencapai kemuliaan, dan Berharap agar “Klaten sansoyo Cemlorot” (Klaten semakin bersinar).
PGRI Kabupaten Klaten juga terus berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas guru, termasuk mendorong percepatan realisasi pengangkatan guru tidak tetap (GTT) menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Bupati Klaten Ajak PGRI Kawal Pendidikan Menuju ‘Indonesia Emas 2045’
Dalam puncak peringatan Hari Guru Nasional, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam sambutannya menyerukan seluruh anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) untuk makin solid dan berkolaborasi secara erat dengan pemerintah daerah.

Bupati mengucapkan selamat Hari Guru Nasional kepada seluruh guru di Klaten, baik yang masih aktif maupun yang sudah purnatugas. Beliau menekankan bahwa solidaritas PGRI adalah kunci untuk mewujudkan Kabupaten Klaten yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
”Saya berharap PGRI makin solid, kegiatan makin banyak, dan anggota yang bergabung juga makin banyak. Bersama-sama, kita wujudkan Klaten yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” ujar Bupati.
Tantangan Digitalisasi dan Perlindungan Guru
Dalam sambutannya, Bupati mengakui bahwa tantangan guru pada era digital sangat berat. Dengan kemudahan akses informasi melalui teknologi seperti smartphone dan AI, siswa sering kali merasa “lebih pintar” daripada guru. Hal ini memerlukan kreativitas dan modifikasi pola mengajar.
Bupati juga menyoroti dilema yang dihadapi para pendidik di tengah perubahan zaman, di mana tindakan tegas mendidik siswa dapat berisiko dikriminalisasi. Menanggapi hal ini, beliau menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung dan melindungi para guru. “Kami, Pemerintah Daerah, akan berupaya mendukung dan melindungi Bapak/Ibu guru, jangan sampai mudah dikriminalisasi dalam mendidik anak-anak kita,” tegasnya.
Klaten Sebagai Penentu Indonesia Emas 2045
Bupati mengingatkan bahwa waktu menuju 100 tahun kemerdekaan Indonesia atau yang dikenal sebagai Indonesia Emas 2045 tinggal sekitar 20 tahun lagi. Periode ini bertepatan dengan puncak bonus demografi. “Jika tidak dikelola dengan baik, Indonesia Emas bisa menjadi Indonesia Cemas,” kata Bupati.
Oleh karena itu, pendidikan memiliki peran krusial dalam mencetak generasi penerus yang unggul. Beliau menekankan pentingnya menjaga citra Klaten yang selama ini dikenal sebagai daerah dengan SDM yang sangat berkualitas dan banyak melahirkan tokoh nasional. Sejarah ini harus dijaga dan dilestarikan melalui kualitas pendidikan saat ini.
(Benyamin Hadinagoro)










