KAB. SEMARANG — wartaintegritas.com — Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Kabupaten Semarang yang akan digelar 14 Desember 2026 mendatang, Polres Semarang menggelar latihan dan simulasi penanganan kontinjensi sebagai bentuk kesiapan menghadapi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, kemarin. Simulasi ini melibatkan 487 peserta, terdiri dari 417 personel Polres Semarang dan 70 peserta gabungan TNI Kodim 0714/Salatiga, Satpol PP & Damkar, Dinas Perhubungan, Satlinmas, dan para relawan di Kabupaten Semarang.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha S.H. M.H., Dandim 0714/Salatiga Letkol Fajar Hapsari Nugroho, S.I.P., M.M., Kajari Kab. Semarang Dohar Nainggolan, S.E., S.H., M.H., Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Semarang Golom Silitonga S.H. M.H., Ketua Hamong Projo, dan sejumlah pimpinan dan perwakilan instansi samping.
Dalam simulasi tersebut digambarkan mekanisme penanganan gangguan kamtibmas berupa aksi unjuk rasa yang dilakukan salah satu kelompok pendukung calon kepala desa yang tidak puas terhadap keputusan KPPS setempat. Situasi yang awalnya hanya sebagai penyampaian aspirasi kemudian disimulasikan mengalami peningkatan eskalasi. Menghadapi kondisi tersebut, Polres Semarang menerjunkan pleton negosiator sebagai langkah awal dengan pendekatan preventif dan humanis.
Petugas negosiator berupaya melakukan komunikasi serta memberikan imbauan kepada massa agar tetap menjaga ketertiban dan menyampaikan aspirasi sesuai ketentuan. Namun, apabila situasi terus meningkat, personel kemudian melakukan langkah-langkah penanganan sesuai tahapan dan tingkat eskalasi gangguan.
Selain itu, simulasi juga memperlihatkan kesiapan personel dalam menghadapi kondisi ketika gangguan berkembang menjadi kerusuhan, dengan mengedepankan tindakan yang terukur, sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo, S.I.K., M.Si., menyampaikan, bahwa latihan dan simulasi ini bukan hanya sekedar kegiatan rutin. Namun, kegiatan ini merupakan bentuk kesiapan jajaran Polres Semarang dalam menghadapi berbagai kemungkinan gangguan kamtibmas selama tahapan Pilkades serentak.
“Latihan ini merupakan bagian dari kesiapan kami dalam menghadapi berbagai situasi kontinjensi yang mungkin terjadi menjelang maupun saat pelaksanaan Pilkades Serentak. Intinya, ingin memastikan setiap personel memahami tugas dan perannya apabila terjadi peningkatan eskalasi di lapangan,” ujar AKBP Heru Dwi Purnomo.
Selain kesiapan personel dan sarana prasarana, langkah pencegahan juga menjadi bagian penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Cipta kondisi terus dilakukan, mulai dari kegiatan patroli rutin hingga dini hari, termasuk langkah-langkah pencegahan terhadap peredaran minuman keras yang dapat menjadi salah satu pemicu gangguan kamtibmas.
“Kami juga menyoroti fenomena tawuran yang masih terjadi di sejumlah wilayah sebagai salah satu potensi gangguan yang perlu diantisipasi. Jangan sampai persoalan tersebut berkembang dan dimanfaatkan menjadi pemicu gangguan keamanan menjelang Pilkades. Karena itu, langkah pencegahan dan deteksi dini terus kami lakukan,” katanya.
Melalui latihan tersebut, Polres Semarang bersama TNI dan seluruh unsur terkait menunjukkan komitmen untuk menjaga seluruh tahapan Pilkades Serentak Kabupaten Semarang agar berjalan aman, tertib dan kondusif, sekaligus memastikan setiap potensi gangguan dapat ditangani secara cepat, tepat dan terukur.
(Heru Santoso)










