Peringati Kemerdekaan RI ke-81, Resto Kampung Rawa Ambarawa Adakan Upacara Bendera

Berita44 Dilihat

KAB. SEMARANG – wartaintegritas.com – Bertempat di lapangan terbuka yang terdapat di area Resto Kampung Rawa Desa Bejalen Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang, di tepi Rawa Pening, Senin 17 Agustus 2026 diadakan upacara bendera memperingati kemerdekaan RI yang ke-81.  Upacara yang diikuti oleh pihak Bumdes Estu Mukti Desa Bejalen, Kelompok Tani dan Nelayan, UMKM, Divisi Resto, Pemancingan, Sarpras, manajemen serta karyawan dilaksanakan dengan khidmat.

Apri Kusworo (56) Direktur Bumdes Estu Mukti dan Direktur Resto Kampung Rawa bertindak sebagai Inspektur Upacara.  Dalam amanat yang disampaikan, Apri Kusworo berharap masyarakat, khususnya peserta upacara untuk menghadapi tantangan zaman, hendaknya berbagai pihak membangun karakter kompetitif dan inovatif.

“Karakter kompetitif akan mendorong kita untuk terus belajar dan berusaha.  Sementara karakter inovatif akan mendorong kita untuk menciptakan solusi baru dalam menghadapi perubahan,” demikian ujar Apri Kusworo.  Selain itu, ia berharap secara spesifik kepada yang mengikuti upacara untuk mewujudkan kemerdekaan dengan bekerja keras, berinovasi dan memajukan bangsa.

“Kita harus membekali generasi mendatang dengan pengetahuan dan ketrampilan agar mereka dapat menghadapi tantangan global,” demikian tandasnya.

Petugas upacara dan manajemen usai upacara bendera (Foto: Suyito Basuki)

Keuntungan 1,2 M

Ditemui usai upacara, Apri Kusworo menjelaskan sejarah perjalanan Bumdes Desa Bejalen mendirikan Resto Kampung Rawa.

“Semula warga yag bercocok tanam mengalami banyak kendala yakni susah mencari air, kita harus memompa dari rawa ke atas.  Kemudian permasalahan yang timbul lagi adalah dengan adanya hama tikus yang menyebabkan panen tidak maksimal.  Kemudian masyarakat dan pihak desa sepakat menjadikan area sawah kas desa  tgl. 12 Agustus 2012 Resto Kampung Rawa seperti yang bisa dilihat sekarang ini,” urai Apri Kusworo mengenang tahun awal pendirian resto yang terapung di atas air Rawa Pening ini.

“Kita bekerja sama dengan pihak ketiga untuk pembiayaannya.  Kita bagi hasil, perperiode (per tiga tahun).  Keuntungan yang didapat 1,2 milyar setiap tahunnya.  Keuntungan itu masih dibagi untuk desa 30 %, CSR melibatkan Desa Tambaksari, Tambakrejo, masing-masing 5 %, kelompok Tani dan nelayan 10 %.  Dengan demikian, keuntungan itu bisa memfasilitasi pompa air dengan pralon yang membantu kebutuhan air  masyarakat sekitar. Selain itu keuntungan itu desa bisa membuat kantor desa, perbaikan Balai Desa, beli tanah,” demikian ujar Apri Kusworo dengan semangat.  Apri Kusworo berharap bahwa usaha Resto Kampung Rawa bisa sukses dan memberdayakan warga desa khususnya warga Desa Bejalen, Tambaksari, dan Tambakrejo untuk bisa bekerja dengan baik.

Pemberdayaan Masyarakat

Zuriyati Anisa, S. E., M.M. (50) selaku Koordinator Operasional Resto kampung Rawa menambahkan bahwa Resto Kampung Rawa yang menitik beratkan pada pengelolaan kulineran khas ikan rawa ini memang memberdayakan masyarakat sekitar.

Apri Kusworo, Zuriyati Anisa, dan Achmadi di depan oikon Resto Kampung Rawa (Foto: Suyito Basuki)

“Sekitar 75 % karyawan/ karyawati dari kampung sekitar yakni dari  Bejalen, Tambaksari dan Tambakrejo.  Manajemen sebagai tenaga profesional mengambil dari daerah,” ujar Anisa yang bertempat tinggal di Ngasem Bandungan.  Zuriyati Anisa menambahkan bahwa keberadaan Resto Kampung Rawa ini membuat ibu-ibu masyarakat sekitar dapat mengembangkan usahanya.  “Ibu-ibu masyarakat sekitar membuat usaha mikro, mereka sewa dan jualan jajan oleh-oleh di kios-kios UMKM yang kami sediakan,” demikian ujar wanita paruh baya yang sering dipanggil Anisa.

Menu Unggulan

Di Resto Kampung Rawa ini ada menu unggulan yang di Jawa Tengah, hanya ada di Kampung Rawa ini.  Menurut Anisa menu tersebut adalah Gurami Kuah Asam. “Menu ini perpaduan masakan Manado dan Jawa, rasanya manis, asem, dan pedas.  Mungkin di resto-resto lain tidak ada.  Rencana akan dipatenkan menjadi salah satu menu khas Jateng.  Pak Bupati kalau ke sini pasti yang ditanyakan gurami kuah asam,” demikian jelas Anisa.  Selain itu menurut Anisa ada juga menu andalan yang lain seperti woku, cakalang rica, bandeng kropok dan lain-lain.  “Kita mendatangkan Chef dari Manado,” demikian imbuhnya.

Sarapan soto usai upacara bendera (Foto: Suyito Basuki)

Pameran dan Lomba

Achmadi (55) Manajer Sarpras dan Infrastruktur menambah penjelasan bahwa Resto Kampung Rawa, terkait dengan mendukung budaya setempat, pernah mengadakan pameran dan lomba lukisan Juli 2026 yang baru lalu.  “Pesertanya dari Jogja dan Jateng,” demikian ujarnya.

Selain itu juga pernah mengadakan Lomba Mancing, tingkat dunia.  “Peserta datang dari negeri manca seperti China. Saat itu lomba mancing dengan kriteria untuk mendapatkan ikan gabus yang besar dan panjang.  Adapun lokasi pemancingan meliputi area Rawa Pening hingga daerah Banyubiru,” demikian Achmadi memberi penjelasan.

(Suyito Basuki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *