Penganiayaan Remaja Asal Berokan Bawen, Orang Tua Korban Tuntut Kasusnya Harus Diusut Tuntas

Berita158 Dilihat

KAB.SEMARANG — wartaintegritas.com — Aldi Fernando alias Nando (21), warga Lingkungan Berokan RT 04 RW 06, Kelurahan Bawen, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, korban penganiayaan yang diduga dilakukan FU (20) yang juga tetangganya di Berokan yang sempat menjalani perawatan di rumah sakit, kini sudah berkumpul kembali bersama keluarganya di rumah meski masih merasakan sakit.

“Awal kasus ini pada Jumat (07/08/2026) malam, saat saya masih main di rumah teman di daerah Ngasem, Desa Jetis, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Saat itu, saya mendapat WA dari Steven yang menanyakan kamu ada di mana dan minta “shareloc”. Lalu, saya jawab WA nya kalau, saya lagi di Ngasem, Bandungan dan langsung saya “shareloc”, kata Nando, demikian panggilan kesehariannya ketika ditemui awak media di rumahnya, Jumat (14/08/2026) sore.

Didalam pesan WA itu, Nando mau dijemput untuk diajak ngopi namun tidak disebutkan tempatnya ngopi. Hanya diajak pokoknya ngopi. Mobil Grandmax putih datang menjemput, langsung diminta masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil itu sudah ada tujuh orang yang sudah dikenalnya dan tetangganya di Berokan.

“Di dalam mobil itu, saya langsung dipukul FU menggunakan knalpot sepeda motor berulang-ulang. Teman lain hanya melihat dan diam, saat ada yang mau melerai, FU malah mengancam mereka. FU masih terus memukuli kepala saya hingga darah segar mengucur dan tetap dipukuli,” kata Nando.

Sementara itu, Wiji Astuti (50) ibu korban menceritakan, awalnya memang Nando di WA Steven dan disuruh “shareloc” dan akan dijemput di Ngasem. Ternyata benar, Nando dijemput FU dengan naik mobil Grandmax warna putih. Saat ketemu, Nando langsung dimasukkan dalam mobil yang didalam sudah ada teman-teman FU ada tujuh orang. Lalu mobil melaju meninggalkan Ngasem dan berkeliling dari Ngasem ke Ambarawa.

“Anak saya diajak keliling naik mobil dan dianiaya FU di dalam mobil, kurang lebih pukul 01.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB. Sekitar pukul 04.00 WIB Nando diturunkan di depan rumah warga di wilayah RT daerah atas (lain RT). Kemudian, Nando sambil menahan sakit menelpon Rama temannya. Lalu, oleh Rama meminta bantuan teman lain yakni Deni. Deni saat tiba di lokasi Nando diturunkan dari mobil, melihat kondisi Nando dengan beberapa luka di kepalanya itu tidak tega. Deni langsung membawa Nando ke RSUD RSGM Ambarawa,” kata Wiji Astuti dan Sunardi alias Ayik, orang tua Nando.

Wiji Astuti menambahkan, permasalahan utama diduga FU cemburu. Mobil yang digunakan menjemput Nando di Ngasem itu merupakan mobil pinjaman dan agar mau mengantarkan menjemput Nando, FU memaksa sopir mau mengantarkannya ke Ngasem menjemput Nando. Dan di dalam mobil, Nando langsung dipukuli berkali-kali oleh FU menggunakan knalpot sepeda motor.

“Akibat luka-lukanya itu, anak saya harus menjalani perawatan di rumah sakit selama lima hari. Dan saat Nando dirawat itu, terduga pelaku penganiayaan FU sempat menengok di rumah sakit dan ketemu Nando. Bahkan, sempat membisikkan menawarkan uang belasan juta agar Nando mau menerimanya. Namun, Nando menolak menerima tawaran itu,” kata Wiji Astuti.

Selain itu, Wiji Astuti dan Sunardi (Ayik) menegaskan, jika pihaknya tidak bisa memaafkan terduga pelaku. Kasus penganiayaan ini sudah dilaporkan resmi ke kepolisian (Polsek Bawen, Polres Semarang, Polda Jateng) harapannya secepatnya dapat diproses hukum. Sehingga, sebagai orangtua korban bisa cepat ‘plong’.

“Yang jelas, karena saya sudah lapor ke kepolisian, harusnya kasus penganiayaan ini diusut tuntas dan segera diproses hukum. Intinya, kasus ini harus lanjut ke proses hukum,” pungkas Wiji Astuti didampingi Sunardi.

Saat awak media menemui korban Aldi Fernando (Nando) dan orang tuanya di rumahnya di Berokan itu, tetangga korban silih berganti berdatangan ke rumahnya. Mereka sengaja datang untuk menengok dan melihat langsung kondisi Nando setelah dianiaya tetangganya sendiri.

Diberitakan sebelumnya, telah terjadi penganiayaan yang menimpa Aldi Fernando (21) warga Berokan RT 04 RW 06, Kelurahan/Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang pada Jumat (07/08/2026) dini hari kemarin. Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka berat dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Dari data yang dikumpulkan pihak kepolisian dan keterangan sejumlah saksi, bahwa penganiayaan itu diduga dilakukan oleh FU (20) yang juga tetangga dari korban. Dan penganiayaan itu, dipicu oleh rasa cemburu dari terduga pelaku. Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka-luka di kepalanya dan bagian tubuh yang lain dan harus menjalani perawatan di rumah sakit beberapa hari. Kasus ini oleh ibu korban akhirnya dilaporkan ke Polsek Bawen, Polres Semarang, dan Polda Jateng.

(Heru Santoso)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *