Ketahanan Pangan Rutan Salatiga, Sayur Sawi Hasil Panen Warga Binaan Dibagikan kepada Keluarga Pengunjung

Berita37 Dilihat

SALATIGA — wartaintegritas.com — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Salatiga menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan warga binaan melalui program ketahanan pangan. Yang salah satunya melalui pemanfaatan hasil budidaya sayuran yang dikelola warga binaan. Bahkan, hasil panen sayur tersebut dibagikan langsung kepada keluarga pengunjung dalam momen layanan kunjungan tatap muka di Rutan Salatiga. Hal ini merupakan salah satu bentuk nyata hasil pembinaan warga binaan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Demikian diungkapkan Plh Kepala Rutan Salatiga, Akbar Febri kepada awak media, Jumat (14/08/2026).

“Pembagian hasil panen ini merupakan bagian dari implementasi Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, yang mendorong satuan kerja pemasyarakatan untuk mengembangkan program pembinaan berbasis produktivitas, kemandirian, dan ketahanan pangan. Melalui kegiatan budidaya sayuran, warga binaan tidak hanya mendapatkan keterampilan dalam bercocok tanam, tetapi juga belajar mengenai tanggung jawab, kerja sama, serta pemanfaatan hasil produksi secara positif,” jelas Akbar Febri.

Ditambahkan, pihaknya ingin memastikan bahwa program pembinaan yang dilakukan di Rutan Salatiga tidak berhenti pada proses pelatihan saja, namun juga dapat menghasilkan sesuatu yang nyata dan bermanfaat. Hasil panen sawi ini menjadi bukti bahwa warga binaan mampu berkarya dan memberikan manfaat bagi orang lain. Selain itu, pihaknya akan terus mendorong pengembangan program ketahanan pangan dan kegiatan produktif lainnya sebagai bekal bagi warga binaan agar memiliki keterampilan serta kemandirian ketika kembali ke tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan tersebut, Rutan Salatiga berkomitmen untuk terus menghadirkan pembinaan yang produktif, humanis, dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat pemasyarakatan dalam mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali dan berkontribusi secara positif di masyarakat,” pungkasnya.

(Heru Santoso)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *