BPBD Klaten Gelar Simulasi Banjir di Cawas, Mantapkan Slogan “Siap untuk Selamat” pada HKB 2026

Peristiwa12 Dilihat

​KLATEN – wartaintegritas.com — Menjelang peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Nasional yang jatuh pada 26 April mendatang, Pemerintah Kabupaten Klaten melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tancap gas memperkuat benteng pertahanan masyarakat. Desa Japanan, Kecamatan Cawas, dipilih menjadi pusat simulasi penanganan darurat banjir tahun ini.

​Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Klaten, Hadi Susanto, dalam keterangannya mengungkapkan bahwa pemilihan Desa Japanan didasarkan pada hasil pemetaan risiko bencana. Wilayah Cawas memang dikenal sebagai salah satu titik rawan luapan air di Kabupaten Klaten.

​”Puncak simulasi akan kami gelar pada 26 April 2026. Inti dari kegiatan ini adalah menanamkan prinsip ‘Siap untuk Selamat’. Kami ingin warga memiliki insting dan pengetahuan yang tepat saat bencana benar-benar terjadi,” ujar Hadi usai Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan di Kantor BPBD Jumat (17/4/2026)

​Sinergi Lintas Sektoral: Dari Pemerintah hingga Organisasi Radio

​Kegiatan ini mengedepankan konsep kolaborasi Pentahelix. Tak hanya pemerintah, simulasi ini melibatkan elemen TNI dan Polri, tenaga kesehatan, hingga organisasi relawan lintas sektor.

​Beberapa pihak yang terkonfirmasi terlibat aktif antara lain:

  • ​Unsur Keamanan & Teknis: Kodim 0723/Klaten, Polres Klaten, Satpol PP, Dishub, dan Dinas Kesehatan.
  • ​Relawan Kemanusiaan: BAGANA, MDMC, MTA, PMI, Tagana, dan PKK.
  • ​Dukungan Komunikasi: ORARI Lokal Klaten yang akan menerjunkan personel serta peralatan komunikasi darurat untuk memastikan koordinasi di lapangan tanpa hambatan.

​Narwanto (YD2GRC), perwakilan ORARI Lokal Klaten, menegaskan kesiapannya. “Kami siap mendukung penuh dari sisi komunikasi darurat agar informasi di lapangan tersampaikan secara cepat dan akurat demi keselamatan warga,” ungkapnya.

​Rangkaian Kegiatan: Edukasi di CFD hingga Mitigasi Merapi

​Sebelum hari puncak di Cawas, BPBD Klaten telah menyusun jadwal padat yang bersifat edukatif:

  • ​Kampanye CFD: Sosialisasi interaktif di area Car Free Day depan RSPD Klaten untuk mengajak masyarakat belajar mitigasi sambil bermain.
  • ​Malam ‘Midodareni’: Persiapan akhir dan pendirian tenda pengungsian di Desa Japanan pada 25 April.

​Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

​Peringatan HKB Nasional yang diinisiasi BNPB sejak 2017 bertujuan mengubah paradigma masyarakat dari responsif (bertindak setelah ada bencana) menjadi preventif (pencegahan).
​Secara nasional, pada tanggal 26 April 2026 pukul 10.00 waktu setempat, masyarakat diajak untuk membunyikan tanda peringatan dini secara serentak, baik berupa sirine, lonceng, maupun kentongan, sebagai simbol kesiapsiagaan.

​Dengan adanya simulasi di Desa Japanan ini, diharapkan sistem komando penanganan darurat di Klaten semakin solid dan masyarakat semakin mandiri dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

(Benyamin Hadinagoro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *