Oleh: Suyito Basuki*)
Malam itu, Selasa 13 Oktober 2026 yang baru lalu, sekolah Eben Haezer Salatiga: TK, SD, SMP mengadakan konser Symphony of The Seed di Balairung UKSW Salatiga. Ketua Yayasan Pendidikan Eben Haezer Dr. Yari Dwikurnaningsih, M.Pd. memberi sambutan singkat, bahwa sekolah Eben Haezer mengembangkan kemampuan murid sebagaimana benih yang perlu dirawat. “Tidak saja mereka belajar matematika dan mata pelajaran lain, tetapi kami juga merawat kemampuan mereka berkesenian,” demikian ujar Ketua Yayasan dalam sambutannya.
Terbukti memang dalam pentas, berbagai ragam kesenian ditampilkan oleh para murid TK, SD dan SMP. Ada choir, dance yang mengiringi setiap penampilan paduan suara, pameran lukisan dan lukis langsung atau sebutan kerennya lukis live painting atau on the spot di pinggir depan panggung oleh murid kelas 7 SMP Kristen 2 Salatiga: Komang Manik Sushma Swarnalata.
Gaby, narator memberi pengantar setiap penampilan dengan menggunakan bahasa Inggris. Penonton terhenyak, sebab Gaby yang masih duduk di kelas 8 ini dengan fasih memberi pengantar pada setiap penampilan. Gaby seolah menceritakan kronologi masa kecil yang takjub dengan sebuah taman yang dipenuhi dengan bunga edelweis dan dilingkupi dengan keluarga dan lingkungan yang penuh cinta. Sehingga kemudian mengalunlah lagu dari Laetitia Angelo Choir: Edelweiss dan Love. Lagu Edelweiss berasal dari film musikal terkenal The Sound of Music diciptakan oleh Richard Rodgers dan Oscar Hammerstein II. Lirik asli bahasa Inggris beserta terjemahan bahasa Indonesianya: Edelweiss, Edelweiss/ Every morning you greet me/ Small and white, clean and bright/ You look happy to meet me// Blossom of snow may you bloom and grow/ Bloom and grow forever/ Edelweiss, Edelweiss/ Bless my homeland forever//
Setelah lagu usai, belum juga tepuk tangan berhenti, dilanjut dengan lagu Love yang dipopolerkan penyanyi Frank Sinatra. Keagungan sebuah cinta kemudian terdengar dari lirik lagu tersebut: L is for the way you look at me/ O is for the only one i see
V is very, very extraordinary/ E is even more than anyone that you adore can/ love is all that i can give to you/ love is more than just a game for two/ two in love can make it take my heart and please don’t break it/ love was made for me and you/ l is for the way you look at me/ o is for the only one i see/ v is very, very extraordinary/ e is even more than anyone that you adore can/ / love is all that i can give to you/ love is more than just a game for two/ two in love can make it/ take my heart and please don’t break it/ love was made for me and you
Rampung lagu Love, kemudian Amici Miei Children Choir nyanyikan lagu When I grow up, dilanjut Vi Et Animo Choir: Selalu Ada di Nadimu, You’ll be in my heart. Gaby kemudian memberi pengantar dengan menyatakan kesan senang bersekolah di SMP karena guru-guru yang menurutnya cool & care sehingga ujarnya,”I want to stay here for long time.” Pernyataan itu disambut dengan tampilnya Amicitia Amor dengan sebuah dance ekspresikan suka cita dan kebahagiaan. Dance yang disertai dengan atraksi beberapa salto ini mengundang decak kagum dan tepuk tangan hadirin yang memenuhi ruang Balairung yang hadir dengan tiket berbayar ini..
Belum usai gemuruh sambutan penonton, Filii Dei Choir lantunkan lagu I’m in love with a monster. Lagu ini sejatinya tengah dipersiapkan mengikuti kompetisi di UNIKA Soegiyopranoto Semarang. Liriknya tajam khas anak muda yang sedang jatuh cinta dengan beat yang keras: …You make me crazy, but I love it (I love it, baby, yeah)/ You make me crazy, baby, but I love it (crazy, baby, yeah)/ You make me crazy (oh), but I love it (yeah)/ You make me crazy, baby, but I love it/ I’m in love with a monster (hoo, hoo, ah-hoo, everybody now, whoo)//… I’m in love (yeah), I’m in love with a monster (yeah)/ Are you in love with a monster?// I’m in love (yeah)/ I’ll never find another monster (yeah)/ I wanna know, I wanna know, know I’m in love with a monster// Hit me, hit me, hit me!/ One, two, three, four, five, six, seven, eight, hit!/
Thank you, good night!//
Usai lagu itu, Ameiei Miei Children Choir mempersembahkan lagu Song of a Disney Princess. Lagu dengan latar belakang tayangan film-film besutan Disney Film, memberi kesan yang asyik pada penonton. Selanjutnya Filii Dei Choir yang menyanyikan lagu Karena Cinta yang dipopulerkan Joy Tobing kembali menyeruak suasana.
Gaby kemudian memberi pengantar terakhir dengan disertai harapan: “I hope my future will bright and happy like now.” Kemudian SD Kristen 04 Ebenezer tampil dengan Ansambel Musik, membawakan lagu Cintaku ciptaan Debby Nasution Arr. Alfdeo Adi Putratama & Anton Setyanto. Lagu ini pernah dipopulerkan oleh penyanyi legendaris Chrisye. Penonton pun diajak menyanyi lagu ini bersama-sama sehingga penghayatan akan indahnya cinta dan saling berbagi dalam hidup begitu terasa.
Pada akhirnya, All Team’s Choir melantunkan lagu You can’t stop the beat. “You can’t stop an avalanche/ As it races down the hill/You can try to stop the seasons, girl/ But you know you never will// And you can try to stop my dancin’ feet/ But I just cannot stand still/ ‘Cause the world keeps spinning/ ‘Round and ‘round And my heart’s keeping time/ To the speed of sound/ I was lost ‘til I heard the drums/ Then I found my way/
‘Cause you can’t stop the beat…
Kesan terhadap pentas malam itu luar biasa. Bagaimana anak-anak TK, SD dan SMP bisa tampil kompak dalam koor, tarian dan pameran lukisan yang begitu tertata dengan apik, amazing! Seorang penonton, mahasiswa UKSW Fakultas Keguruan Prodi Matematika yang tengah magang di SMP Kristen 2 Salatiga, Teresia Aprila Vlaviana (21) memberi kesan: “Acara sangat menarik dan luar biasa, dari mulai penampilan anak anak TK, SD, hingga jenjang SMP sangat luar biasa. Pemilihan tema, lagu, background vocal grup tiap jenjang sangat menyatu dan menggambarkan bagaimana mereka tampil dengan sangat indah. Setiap penampilan dari awal sampai akhir semua spesial dan indah sekali.”
Congrats, congrats!
*)Penulis tinggal di Ambarawa










