Manik, Seniman Cilik Asal Salatiga, Bawa Naga ke ARTJOG 2026 “Seni Itu Panjang”

Seni Budaya236 Dilihat

YOGYAKARTA – wartaintegritas.com – Pameran Seni Rupa ARTJOG 2026, berlangsung pada tanggal 19 Juni hingga 30 Agustus 2026 berlokasi di Jogja National Museum (JNM). Pemeran ini mengusung tema “ARS LONGA TRILOGIA” untuk tiga tahun 2026-2028. Tema tersebut memiliki makna “Trilogi Seni itu Panjang”. Seni itu panjang merupakan keyakinan yang mendalam bahwa seni adalah jalan hidup dan berkaitan dengan keberlangsungan hidup manusia di setiap zamannya. Tema ARTJOG tahun ini yaitu “ARS LONGA: GENERATIO” menghadirkan total 44 seniman utama yang terdiri dari 25 seniman undangan dan 19 seniman muda terpilih. Selain itu, pameran ini juga melibatkan 52 seniman anak dan remaja pada progam ARTJOG Kids.

Roby Dwi Antono

Facade ARTJOG 2026 | Dokumentasi pribadi

Façade pemeran ARTJOG 2026 karya Roby Dwi Antono mencuri perhatian pengunjung melalui desainnya yang unik dan tidak biasa sehingga membuat antrean untuk berswafoto. Saat memasuki area galeri pameran, pengunjung juga disambut oleh karya Roby berupa patung ikonik berjudul Generatio: Cyclus Vitae, yang menjadi salah satu daya tarik dalam pameran tersebut. Patung ini dibuat secara khusus untuk merangkum tema utama “GENERATIO”, melalui rangkaian karya ini, pengunjung diajak untuk merenungkan siklus manusia yaitu kehidupan, kematian, dan kelahiran kembali. Karya ini merupakan perjalanan evolusi karya Roby yang direkonteksualisasi dan dielaborasi ulang dalam kerangka baru.

Legenda yang Merayap di Atas Luka Dunia” karya Komang Manik Sushma Swarnalata | Dokumentasi Pribadi

Karya Komang Manik Sushma Swarnalata, yang akrab disapa Manik, turut hadir dalam program ARTJOG Kids. Seniman remaja asal Salatiga ini mempersembahkan karya berjudul “Legenda yang Merayap di Atas Luka Dunia”, yang dibuat menggunakan media akrilik di atas kanvas (acrylic on canvas) dengan ukuran 40 x 190 cm. Ukuran tersebut mewakili tema yang memiliki makna bahwa seni itu panjang. Menariknya, Manik masih duduk di bangku kelas VII SMP Kristen 2 Salatiga, namun telah menunjukkan ketertarikannya yang kuat terhadap dunia seni lukis.

Dalam proses pembuatannya, Manik menghabiskan waktu kurang lebih tiga minggu. Ia mengerjakan lukisan tersebut secara bertahap dan menyesuaikannya dengan suasana hati atau mood yang sedang dirasakan. Baginya, proses berkarya tidak harus dilakukan secara terburu-buru, melainkan dapat dinikmati sesuai dengan kenyamanan dan kondisi diri.

Ketertarikan Manik terhadap seni juga tidak terlepas dari sosok ayahnya yang merupakan seorang seniman. Sang ayah menjadi salah satu sumber inspirasi Manik dalam mengembangkan kemampuan dan mengeksplorasi ide melalui lukisan.

Karya “Legenda yang Merayap di Atas Luka Dunia” sendiri terinspirasi dari kondisi bumi yang terluka karena kebakaran dan kerusakan alam. Kita harus terus menjaga bumi kita. Nah, katanya ada sosok makhluk yang bertugas melindungi Bumi. Naga! Makannya aku gambar naga buat simbol pelindung Bumi.

Kepada kawan-kawan seusianya, Manik berpesan agar tidak terlalu terbebani dalam menghadapi berbagai hal, termasuk ketika berkarya seni. Menurutnya, proses berkarya sebaiknya dijalani dengan SANTAI, menikmati setiap proses, dan tidak takut untuk mengekspresikan diri.

Generatio: Cycluus Vitae karya Roby Dwi Antono | Dokumentasi Pribadi

Wahyudi, seorang ilustrator mengetahui pameran ARTJOG dari sosial media. “Ini pertama kalinya saya melihat pameran ARTJOG, setelah sekian lama menetap di Jogja. Rasanya sangat menyenangkan bisa memperhatikan banyak karya yang ada disana, terlebih lagi ada pameran ARTJOG Kids, membuat saya mengenang masa-masa sekolah dulu,” ujarnya. Karya favorit Wahyudi adalah karya dari seniman Roby Dwi Antono, alasannya karena memiliki karakter dan keunikan yang khas.

Selain pameran utama, ARTJOG 2026 turut menghadirkan beragam program menarik, seperti ARTJOG Performance, Exhibition Tour, dan Meet The Artist. Informasi mengenai jadwal dan rangkaian program tersebut dapat diakses melalui situs resmi artjog.id serta akun Instagram @artjog.id

Oleh: Yahya Kumarawangi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *