Mahasiswa Amerika Belajar Relasi Lintas Iman, Budaya dan Ekologi di Kendeng Kapur Utara Pati

Berita898 Dilihat

PATI – wartaintegritas.com – Tanggal 28–30 Januari 2026, sebanyak enam belas mahasiswa dan mahasiswi beserta dosen pembimbing dari Goshen College dan Eastern Mennonite University (EMU), Amerika Sarikat, mengikuti kegiatan live in di Dusun Pedak–Gower, Pati Selatan. Dusun ini merupakan wilayah dampingan Muria Damai Sentosa Indonesia (MDSI)/Mennonite Diakonia Service Indonesia.

Dusun Pedak–Gower terletak di kawasan Pegunungan Kendeng Kapur Utara, sebuah wilayah karst yang saat ini mengalami kerusakan lingkungan serius akibat hutan yang makin gundul. Kondisi tersebut berdampak langsung pada meningkatnya intensitas banjir tahunan yang melanda wilayah Pati bagian bawah.

Melalui program live in ini, mahasiswa/i diajak belajar pembangunan perdamaian secara utuh dan kontekstual, yang mencakup relasi lintas iman, pengembangan masyarakat, serta upaya penghijauan kembali hutan melalui pendekatan ekowisata berbasis budaya dan komunitas.

Aktifitas penanaman pohon (Foto: Iwan Firman Widiyanto)

Selama tinggal di desa, para mahasiswa tampak menikmati kehidupan pedesaan. Mereka bermain dan berinteraksi di sungai sekitar Kedung Perahu, belajar pembangunan relasi lintas agama, membuat karya seni ekoprin, belajar memakai ikat kepala, melakukan eksplorasi alam di Gua Lawa, berdialog dengan petani dan pegiat budaya lokal, mengikuti praktik budaya lokal nyekar di makam tokoh penyebar kekristenan, kirab tumpeng dan tanaman, slametan, serta penanaman pohon bersama di lahan-lahan gundul.

Pendeta Pdt. Paulus Hartono menyampaikan bahwa MDSI memiliki target besar dalam upaya pemulihan lingkungan di Pegunungan Kendeng.
“MDSI menargetkan penanaman hingga 10.000 bibit pohon di Pegunungan Kendeng khususnya di Gower-Pedak dan sekitarnya hingga tahun 2027. Saat ini sudah tertanam sekitar 3.900 pohon, seperti pohon mangga, alpukat, dan pete,” ujarnya.

Hasil karya ekoprint mahasiswa (Foto: Vanessa Hartono)

Ia menambahkan bahwa pohon-pohon tersebut akan dirawat oleh para petani penggarap lahan. Pada masa awal pertumbuhan, petani masih dapat memanfaatkan lahan dengan sistem tumpangsari, seperti pertanian jagung yang selama ini dijalankan. Ke depan, ketika pohon mulai berbuah, diharapkan terjadi pergeseran budaya bertani, dari tanaman semusim menuju pertanian buah, sehingga tujuan konservasi hutan dan penguatan ekonomi pertanian dapat tercapai secara bersamaan.

Sementara itu dosen pembimbing mahasiswa, Luke Kreider, Pengajar Etika Lingkungan di Goshen College, menyampaikan apresiasi mendalam atas pendampingan yang diberikan.

“Kami sangat berterima kasih kepada MDSI dan Tim Koperasi BAS (Bukit Asri Sentosa). Dalam waktu yang singkat, mahasiswa/i dapat belajar banyak hal yang sangat bermakna, mulai dari pembangunan perdamaian, lingkungan, pengembangan masyarakat, misi, hingga budaya,” ungkapnya.

Peserta menelusuri Gua Lawa (Foto: Iwan Firman Widiyanto)

Hal senada disampaikan oleh Herman, Ketua Koperasi BAS, lembaga ekonomi desa dampingan MDSI.

“Terima kasih atas kunjungan dari Goshen College. Mohon maaf atas segala keterbatasan kami, dan semoga di lain waktu dapat terjalin kunjungan-kunjungan berikutnya,” tuturnya.

Sejak mulai mendampingi Dusun Gower–Pedak pada tahun 2022, MDSI telah menerima kunjungan mahasiswa/i dari jaringan Mennonite sebanyak tiga kali. Khusus dari Goshen College, kunjungan ini merupakan kunjungan kali kedua.

Nyekar di Makam Mbah Sastro Ngajiman cikal bakal kekristenan di Gower (Foto: Iwan Firman Widiyanto)

Dalam pelaksanaan kegiatan live in tersebut, MDSI juga melibatkan komunitas seni dan budaya lokal yang dipimpin oleh Ratna , yang akrab disapa Mak Botok, sebagai bagian dari upaya penguatan budaya dan partisipasi masyarakat.

Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana pembelajaran lintas budaya, iman, dan ekologi dapat berjalan beriringan, sekaligus menumbuhkan harapan baru bagi keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat di Pegunungan Kendeng.

Oleh : Iwan Firman Widiyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *