Pentas Ketoprak Desa Bero Klaten Nguri-uri Kabudayan dan Giatkan Usaha UMKM

Peristiwa138 Dilihat

KLATEN, wartaintegritas.com – Pemerintah Desa Bero, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, sukses menggelar pentas seni ketoprak pada Sabtu malam (17/01/2026). Bertempat di halaman Balai Desa Bero, acara ini tidak hanya menjadi panggung pelestarian budaya Jawa, tetapi juga terbukti efektif sebagai mesin penggerak ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM lokal.

Denting gamelan dan dialog khas ketoprak berhasil memikat antusiasme warga. Meski sempat diguyur hujan pada sore hari, ribuan penonton dari berbagai usia tetap memadati lokasi untuk menyaksikan hiburan tradisional yang kini mulai langka tersebut.

Apresiasi Legislatif

Turut hadir dalam acara tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Kadarwati. Beliau memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Bero yang konsisten dalam nguri-uri (melestarikan) budaya.

“Ketoprak bukan sekadar tontonan, tapi juga tuntunan. Budaya adalah pemersatu bangsa dan terbukti mampu menjadi lokomotif ekonomi kerakyatan. Apa yang dilakukan Desa Bero adalah teladan bagi desa-desa lain,” tutur Kadarwati.

Kolaborasi Lintas Generasi

Pementasan ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Paguyuban Seni Wargo Budoyo Desa Bero dengan Seniman Trucuk (SETRUK), serta sejumlah seniman daerah lainnya. Menariknya, sekitar 80 persen pemain merupakan warga asli Desa Bero.

Upaya regenerasi budaya juga tampak nyata dengan keterlibatan siswa-siswi dari SD Negeri Bero 2 dan SD Negeri Bero 3. Kehadiran talenta muda ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter melalui seni telah ditanamkan sejak dini di desa tersebut.

Dampak Nyata bagi Ekonomi Desa

Kepala Desa Bero, Suranta, dalam keterangannya menyampaikan bahwa acara ini memiliki misi ganda. Selain menjaga keberlangsungan seni tradisional, kegiatan ini menjadi berkah bagi para pedagang kecil.

“Kami melibatkan sekitar 50 UMKM asli Desa Bero. Jika ditambah dengan paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL), totalnya mencapai 200 pedagang. Ini adalah wujud nyata bagaimana seni mampu menggerakkan roda ekonomi warga,” ujar Suranta di sela-sela acara.

(Dwijonagoro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *