Warga Pakopen Bandungan Temukan Bayi Perempuan Masih Hidup di Kawasan Makam

Berita247 Dilihat

KAB. SEMARANG — wartaintegritas.com — Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang dikejutkan dengan penemuan seorang bayi berjenis kelamin perempuan yang ditemukan dalam kondisi hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/08/2026) sore sekitar pukul 16.40 WIB.

“Bayi perempuan itu ditemukan di kawasan depan makam Desa Pakopen, tepatnya di Jalan Raya Jimbaran–Lemah Abang, Dusun Pakopen, Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan. Pertama kali yang menemukan adalah Mbah Slamet (73) yang hendak mencari kayu bakar,” ungkap Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo, S.I.K., M.Si. melalui Kasat Reskrim AKP Bodia Teja Lelana S.I.K. M.H.Li. di lokasi penemuan.

Kapolsek Bandungan Iptu Subedi menambahkan, bahwa penemuan bayi itu bermula saat seorang warga Mbah Slamet (73) hendak mencari kayu bakar dan botol bekas di kawasan dekat makan tersebut. Saat itu, dikagetkan melihat bungkusan plastik warna putih. Karena curiga, lalu saksi mendekati untuk melihatnya, ternyata di dalam plastik berisi seorang bayi yang masih keadaan hidup.

“Melihat hal itu, Mbah Slamet niatnya mau langsung melaporkan ke Pak Kades. Namun karena di lapangan Desa Pakopen ada beberapa warga sedang kerja bakti, maka penemuan itu langsung disampaikan ke warga. Lalu, bersama dengan warga melakukan pertolongan dan membawa bayi tersebut ke Bidan Desa, Nur Endang Sulastri. Selanjutnya langsung ditangani untuk mendapatkan pemeriksaan serta perawatan medis,” jelas Iptu Subedi.

Lebih lanjut Iptu Subedi menyampaikan, Polsek Bandungan kemudian melakukan pengecekan terhadap kondisi bayi, mendatangi lokasi penemuan, dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah warga yang mengetahui kejadian tersebut.

Sementara itu, Bidan Desa Pakopen, Nur Endang Sulastri, menyampaikan bahwa bayi yang ditemukan itu dalam keadaan sehat. Diperkirakan lahir beberapa jam lalu dengan tali pusar masih menempel, dengan berat bayi 3,1 kg dan panjang 48 cm.

Terkait dengan penemuan tersebut, Polres Semarang masih melakukan penyelidikan. Selain itu, Polres himbauan kepada warga masyarakat yang mengetahui terkait kejadian tersebut dapat segera melaporkan ke Polres Semarang atau menghubungi 110.

(Heru Santoso)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *