Tim Dokter Spesialis Keliling Diterjunkan, Tangani Warga Terdampak Asap Kebakaran TPA Putri Cempo

Berita67 Dilihat

​SURAKARTA — wartaintegritas.com — Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Surakarta, mulai membawa dampak serius bagi kesehatan masyarakat sekitarnya. Paparan asap tebal memicu berbagai keluhan gangguan pernapasan, khususnya pada kelompok rentan seperti balita, lansia, dan warga dengan penyakit penyerta.
​Merespons situasi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerjunkan Layanan Dokter Spesialis Keliling (Speling) untuk memberikan penanganan medis darurat dan pengobatan gratis di Kelurahan Mojosongo, Surakarta, Sabtu (5/9/2026).

​Pemeriksaan medis ini melibatkan tim dokter spesialis dari RSUD dr. Moewardi dan RSJD Arif Zainudin Surakarta, dengan fokus utama pada pemeriksaan paru-paru, saluran pernapasan, mata, serta telinga, hidung, dan tenggorokan (THT).

​Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat meninjau langsung pelaksanaan Speling dan kondisi TPA Putri Cempo menginstruksikan tim medis untuk memprioritaskan pasien dengan gangguan pernapasan.

​”Fokuskan pemeriksaan pada paru dan pernapasan. Pastikan semua masyarakat terlayani dengan baik,” kata Ahmad Luthfi.

​Ahmad Luthfi menegaskan, keselamatan, dan kesehatan warga sekitar merupakan prioritas utama pemerintah dalam penanganan dampak kebakaran TPA tersebut. Selain menyiagakan posko kesehatan 24 jam, Pemprov Jateng juga berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup yang telah menerjunkan unit pemantau kualitas udara ke lokasi.

​Sementara itu, Dokter Spesialis Paru RSUD dr. Moewardi, dr. Hartanto, membenarkan bahwa mayoritas warga yang datang memeriksakan diri mengeluhkan gangguan pernapasan akut akibat paparan asap.

​”Ada beberapa yang konsultasi mulai dari radang tenggorokan, batuk, dan pasien yang memiliki komorbid tentu mengalami sesak napas,” jelas dr. Hartanto di lokasi pemeriksaan.

​Ia menambahkan, pasien dengan gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tingkat sedang langsung mendapatkan pengobatan di tempat, sedangkan pasien dengan indikasi keluhan berat dialihkan ke rumah sakit rujukan.

​Tim medis juga mengimbau warga terdampak untuk mengambil langkah pencegahan mandiri selama paparan asap masih terjadi, antara lain:

  • ​Menggunakan Masker Medis: Wajib digunakan baik saat beraktivitas di luar maupun di dalam rumah.
  • ​Meminimalisasi Airasi Luar: Menutup rapat jendela dan pintu guna mencegah asap masuk ke dalam kediaman.
  • ​Optimalisasi Pemurni Udara: Memanfaatkan air purifier bagi warga yang memiliki untuk membantu menyaring partikel debu dan asap di ruang tertutup.

​Dampak kebakaran ini dirasakan langsung oleh warga Mojosongo. Fitri, salah seorang warga lokal, mengeluhkan gejala batuk dan pilek yang mulai mengintai keluarganya sejak hari kedua kebakaran.

​Penanganan terpadu di area TPA Putri Cempo terus berlanjut, mencakup upaya pengendalian titik api oleh tim pemadam kebakaran serta pemantauan kondisi kesehatan masyarakat sekitar secara berkala.

(Benyamin Hadinagara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *