KLATEN — wartaintegritas.com — Pemerintah Kecamatan Gantiwarno menggelar ajang seni dan budaya bertajuk “Gantiwarno Menari” di Depan Kantor Kecamatan Gantiwarno.
Pagelaran seni tari kolosal yang baru pertama kali diadakan pada tahun 2026 ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Meski pada awalnya panitia hanya menargetkan 222 penari—menyesuaikan dengan angka usia Kabupaten Klaten—antusiasme masyarakat, pelajar, dan para seniman lokal ternyata sangat tinggi. Jumlah peserta yang tampil memadati arena pun melonjak hingga menembus lebih dari lima ratus penari.
Para peserta berasal dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar jenjang SD, SMP, SMA/SMK, hingga sanggar-sanggar seni budaya di wilayah Gantiwarno seperti Sanggar Setyaji, Sekar Langit, Sukoreno, Roso Jati, Gubuk Seni Begog, dan Kebon Budoyo.
Camat Gantiwarno, Retno Setyaningsih, menyampaikan bahwa ajang ini diselenggarakan untuk menyatukan potensi seni budaya yang tersebar di wilayahnya serta memenuhi aspirasi masyarakat.
“Ini baru pertama kali kita adakan di tahun 2026. Mengingat begitu banyaknya potensi budaya di Kecamatan Gantiwarno, kami mewadahinya dalam ajang Gantiwarno Menari. Target awal kami 222 penari, namun antusiasme warga luar biasa sehingga mencapai 500 lebih peserta,” ujar Retno.
Retno menambahkan, pementasan tari seperti Jathilan dan Kuda Lumping juga menyimpan filosofi tradisi lokal, yakni simbol pengharapan dan doa di musim kemarau. Selain pertunjukan tari, panitia juga menyediakan sekitar seribu mangkuk sup ayam khas Klaten secara gratis untuk dinikmati para pengunjung dan peserta.
Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Klaten yang diwakili oleh Purwanto Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Klaten. Pembukaan ditandai dengan penyerahan simbolis properti kuda lumping kepada perwakilan penari.
Dalam sambutan tertulis Bupati Klaten yang dibacakan oleh pihak Disbudporapar, Pemerintah Kabupaten Klaten mengapresiasi tinggi inisiatif Kecamatan Gantiwarno yang dinilai berhasil melestarikan budaya lokal sekaligus memperkuat semangat gotong royong warga.
Hal senada disampaikan oleh Suraji Martan Kepala Desa Kragilan yang turut menginisiasi konsep Tari Kolosal/Masa tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini sangat penting untuk pembentukan karakter generasi muda.
“Seni tari dan budaya ini adalah jati diri bangsa. Melalui kegiatan ini, kita menanamkan karakter, etika, dan estetika sejak dini kepada anak-anak sekolah agar budaya adiluhung kita tidak tergerus oleh zaman,” ungkap Suraji.
Acara yang berlangsung sangat meriah ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Kecamatan Gantiwarno, Kapolsek, Danramil, Korwil Pendidikan, Kepala KUA, Kepala Puskesmas, para Kepala Desa se-Kecamatan Gantiwarno, serta tokoh masyarakat setempat.
Melalui tema Hari Jadi ke-222 Klaten, “Sahita Hamemayu Rahardja”, ajang “Gantiwarno Menari” diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang tak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga mampu mendongkrak daya tarik pariwisata daerah.
(Benyamin Hadinagara)
















