KLATEN — wartaintegritas.com — Pemerintah Kabupaten Klaten kembali menggelar ajang tahunan bergengsi Klaten Lurik Carnival (KLC) 2026 dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten sekaligus Menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia.
Acara yang dipusatkan di panggung utama Alun alun Kota Klaten tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, bersama jajaran Forkopimda Klaten dengan prosesi unik penabuhan alat musik jimbe secara bersama-sama.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Panitia Hari Jadi Kabupaten Klaten, Drs. Muh. Nasir, M.M., menyampaikan bahwa penyelenggaraan Klaten Lurik Carnival merupakan komitmen daerah untuk melestarikan warisan budaya lokal sekaligus mendorong perekonomian masyarakat.
”Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk menjaga kelestarian kain lurik sebagai warisan budaya khas Klaten, sekaligus membangkitkan perekonomian para pelaku UMKM dan perajin lurik di wilayah Kabupaten Klaten,” ujar Muh Nasir dalam laporan ketua panitia.

Kerja Sama Beasiswa dan Atraksi Seni
Sebelum pembukaan Karnaval Lurik, acara diawali dengan penandatanganan kesepakatan kerja sama (MoU) beasiswa daerah antara Pemerintah Kabupaten Klaten dengan Universitas Widya Dharma (Unwidha) dan Universitas Muhamadiyah Klaten (UMKLA) Klaten.
Program beasiswa ini ditujukan bagi generasi muda Klaten yang berprestasi dan memenuhi kriteria administratif untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Suasana semakin semarak dengan penampilan karya seni tari persembahan bertajuk “Tarian Mantra Yana”, sebuah tarian kolosal berlatar kisah Ramayana yang dibawakan secara apik oleh belasan penari muda berbakat dan diiringi tata panggung serta busana kreasi berbahan dasar lurik.
Klaten Lurik Carnival 2026 tahun ini diikuti oleh dua puluh kontestan yang terdiri atas berbagai instansi, wilayah kecamatan, hingga komunitas kreatif. Para peserta dinilai langsung oleh dewan juri profesional dengan kriteria kerapian, kreativitas rancangan kain lurik, serta koreografi penampilan.
Setiap kontestan diberikan alokasi waktu tampil selama tujuh menit di hadapan panggung utama dan disaksikan oleh ribuan warga Klaten yang memadati kawasan alun alun dan jalan utama Pemuda tempat masyarakat sudah berjubel sejak sore hari.
Melalui ajang KLC 2026 ini, potensi kain lurik tradisional diharapkan dapat terus naik kelas dan dikenal lebih luas hingga mancanegara.
(Benyamin Hadinagara)










