HUT ke-7 Taman Doa Apius Klaten: Momentum Eratkan Kebersamaan dan Kesatuan Antar-Gereja

Peristiwa38 Dilihat

KLATEN — wartaintegritas.com — Taman Doa Apius Klaten, merayakan hari jadi yang ketujuh (7) dengan menggelar sebuah ibadah rohani bernuansa penuh persaudaraan. Mengusung konsep utama “Kita Bersaudara”, momentum ini dijadikan sebagai ajang untuk mempererat tali silaturahmi serta menyatukan seluruh elemen gereja, hamba Tuhan, pendeta, dan umat Kristiani dari berbagai denominasi yang ada di wilayah Kota Klaten.

​Joshua Muryantoro, selaku perwakilan di Taman Doa Apius, sekaligus sebagai pendirinya Apius menjelaskan bahwa perayaan tahun ini berfokus pada manifestasi kesatuan tubuh Kristus.

Hubungan sinergis antar-gereja di Klaten ini sejatinya telah dikukuhkan sejak dua tahun lalu ketika pengelolaan tempat peribadatan tersebut secara simbolis diserahkan langsung kepada gereja-gereja lokal di wilayah Klaten.

​”Semenjak taman doa ini diserahkan kepada gereja-gereja, kami sebagai volunteer pelayan di sini selalu berupaya mengajak dan melibatkan seluruh gereja, pendeta, hingga umat dalam setiap acara yang diselenggarakan, termasuk perayaan ulang tahun ketujuh ini. Kami ingin semua merasa memiliki, sehingga seluruh kebutuhan acara mulai dari konsumsi hingga kepanitiaan diorganisir bersama secara gotong royong dari berbagai gereja,” ujar Joshua saat ditemui di acara tersebut pada hari Senin (22/6/2026).

​Nuansa inklusivitas terlihat sangat kental dari latar belakang kepanitiaan dan jemaat/umat yang hadir. Berbagai denominasi gereja seperti Protestan, Karismatik, Injili, Baptis, Gereja Kristen Jawa (GKJ), hingga Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), dan Gereja Katolik melebur menjadi satu tanpa sekat apa pun organisasinya demi menyukseskan perayaan ini.

​Acara perayaan yang berlangsung dengan khidmat ini tidak hanya dihadiri oleh umat lokal Klaten semata, melainkan juga diramaikan oleh kehadiran tamu undangan dari luar kota, seperti Solo, Boyolali, hingga Yogyakarta. Tercatat, sekitar 350 jemaat/umat yang terdiri atas perwakilan tiap-tiap gereja dan para volunteer memadati area peribadatan dengan tertib.

​Kehadiran para perwakilan dari berbagai kota ini juga diharapkan mampu menjadi pemantik semangat kesatuan gereja di daerah lain.

“Kami berharap api pergerakan dan kesatuan tubuh Kristus yang ada di Klaten ini bisa terimpartasi serta menular secara positif ke kota-kota lain, memperlihatkan bagaimana gereja-gereja bisa berjalan beriringan,” tambah Joshua.

​Terkait dengan visi ke depan, Joshua menegaskan pentingnya implementasi ajaran kasih yang nyata dalam kehidupan sehari-hari antarumat beragama. Dengan adanya wadah seperti Taman Doa Apius, sekat-sekat perbedaan tata cara peribadatan maupun doktrin organisasi diharapkan tidak lagi menjadi penghalang untuk bersatu di dalam doa dan pelayanan masyarakat.

​”Harapan kami sesuai dengan visinya, taman doa ini menjadi tempat menyatukan gereja-gereja agar sehati, sepikir, dan bersatu sesuai perintah Tuhan, bukan bercerai-berai. Walaupun setiap gereja memiliki cara ibadah, organisasi, maupun pengajaran yang berbeda, di dalam pujian, penyembahan, dan doa, kita semua adalah satu saudara di kota ini,” tegasnya.

​Acara HUT Ke-7 Taman Doa Pius ini juga mendapatkan atensi dan dukungan moral dari jajaran birokrasi keagamaan setempat. Perwakilan dari Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen Kantor Kementerian Agama (Kemenag) turut hadir untuk menyaksikan jalannya kegiatan, yang sekaligus menjadi simbol sinergi positif antara umat beragama dan pihak berwenang dalam menjaga kerukunan serta kondusivitas di Kabupaten Klaten.

(Benyamin Hadinagara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *