Bersih Desa Jonggrangan Meriah, Warga Rebut Gunungan dan Perkuat Kerukunan

Peristiwa22 Dilihat

KLATEN – wartaintegritas.com — Masyarakat Dusun Jonggrangan, Desa Jonggrangan, Kabupaten Klaten, menggelar tradisi Bersih Desa di kawasan Sendang Simbarjoyo, Jumat (19/6/2026). Tradisi yang dilaksanakan setiap Jumat pertama di bulan Suro tersebut kembali menjadi ajang mempererat kebersamaan sekaligus melestarikan warisan budaya leluhur.

Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, yang diawali dengan doa bersama lintas agama. Doa bersama tersebut menjadi simbol kerukunan dan toleransi yang telah lama terjalin di tengah masyarakat Jonggrangan.

Rangkaian acara berlangsung meriah saat warga memadati lokasi untuk mengikuti prosesi rebutan tiga gunungan yang berisi hasil pertanian dan aneka makanan ringan. Gunungan tersebut menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas hasil panen dan keberkahan yang diterima selama setahun terakhir.

Tokoh masyarakat Jonggrangan, Sunarno, yang juga mantan Kepala Desa Jonggrangan, mengatakan bahwa tradisi Bersih Desa telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat setempat.

“Tradisi ini merupakan warisan leluhur yang terus kami lestarikan. Selain sebagai ungkapan syukur, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga,” ujarnya.

Selain prosesi adat, kegiatan juga diisi dengan penebaran benih ikan lele dan gabus ke Sendang Simbarjoyo yang dilakukan oleh para donatur. Kegiatan tersebut bertujuan menjaga kelestarian sendang sekaligus mendukung keberlangsungan ekosistem perairan di kawasan tersebut.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan hadirnya hiburan rakyat yang menampilkan sejumlah bintang tamu, di antaranya Mimin dan Apri. Penampilan keduanya berhasil menghibur warga yang memadati area kegiatan sejak pagi hingga siang hari.

Sunarno menegaskan bahwa nilai utama yang ingin dipertahankan melalui tradisi Bersih Desa adalah persatuan, kerukunan, dan silaturahmi. Seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda hingga anak-anak, turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Harapan kami hanya satu, yakni kerukunan dan silaturahmi warga semakin erat. Acara ini menjadi bukti bahwa masyarakat Jonggrangan tetap kompak dan guyub dalam menjaga tradisi yang sudah diwariskan sejak dahulu,” katanya.

Tradisi Bersih Desa Jonggrangan menjadi bukti bahwa budaya Jawa masih hidup dan terus berkembang di tengah kehidupan masyarakat modern. Semangat gotong royong, toleransi, dan kebersamaan yang ditunjukkan warga menjadi nilai penting yang terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

(Dwijonagoro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait