Kassian Chepas Fotografer Pribumi Pertama Hindia Belanda, Keturunan Kyai Sadrach?

Jejak & Sosok128 Dilihat

Oleh: J. Christiono*)

SEMARANG, wartaintegritas.com – Dunia fotografi bagian yang tidak terlepas dari perkembangan sejarah. Menelusuri sejarah banyak dibantu dokumentasi juga. Akan tetapi, bagi Indonesia pionir sejarah fotografi tidak bisa dilepaskan dari nama Kassian Chepas. Ia adalah fotografer pribumi pertama.

Ia lahir di Yogyakarta pada 12 Januari 1845. Keturunan Jawa tulen. Hanya saja ia memiliki nama yang unik dan terkesan  asing. Nama Kassian bukanlah dari kata kasian dalam bahasa Melayu. Kata chepas adalah berasal dari bahasa Aramaic yang artinya “tak tergoyahkan”. Itu adalah nama baptis yang artinya karang tak tergoyahkan. Ia memang pemeluk Kristen yang pada usia lima tahun dibaptis di sebuah gereja di Purworejo. Sebuah pertanyaan liar: apakah ia keturunan Kiyai Sadrach, penginjil legendaris yang merintis jemaat Gereja Kerasulan Purworejo itu?  Masih perlu penyelidikan.

Setelah berada kembali di Yogyakarta, ia lalu menikah dengan Dina Rakijah dan tinggal di Lodji Ketjil Wetan. Sekarang di jalan Mayor Suryotomo. Baru mulai 1860-an ia belajar fotografi di bawah Simon Willem Camerik. Bahkan ia merupakan fotografer Kesultanan Yogyakarta. Sri Sultan Hamengkubuwono VI meminta Simon mengajari Kassian. Lalu ia dijadikan pelukis dan fotografer Istana sejak 1871.

Mulailah ia memotret berbagai kalangan. Selanjutnya pada tahun 1877 Kassian memasang advertensi menawarkan jasanya kepada masyarakat. Bersama Isaac Groneman ia tergabung dalam organisasi fotografer arkeologi. Maka ia mulai mengabadikan candi-candi. Karena berstatus fotografer istana, maka ia memiliki akses istimewa.

Tahun 1901 ia dianugerahi Orde van Oranje Nassau oleh Ratu Wilhelmina atas jasanya mendokumentasikan koleksi Koninklijk Instituut voor Taal-Land en Volkenkunde.

Ia memiliki lima anak. Salah satunya, Sam Chepas yang meneruskan hobi memotret. Namun ia mengalami kecelakaan pada 1918.

Kassian Chepas meninggal pada 16 November 1912.

*) Penulis mantan wartawan Suara Merdeka, saat ini menjadi Koordinator Liputan wartaintegritas.com, tinggal di Semarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait