KAB. SEMARANG — wartaintegritas.com — Rabu, 9 September 2026 kemarin, merupakan hari yang istimewa bagi Kecamatan Ambarawa. Pasalnya, hari itu merupakan Hari Jadi ke-321 Ambarawa dan mengawali berbagai kegiatannya dilaksanakan diawali dengan prosesi kegiatan “Susuk Wangan” atau bersih sendang atau sumber air yang digelar di Sendang Kasepuhan, Baran Dukuh Lor, Kelurahan Baran, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang pada Rabu (09/09/2026) kemarin.
Ali Sueb, salah satu Panitia Peringatan Hari Jadi ke-321 Ambarawa menyampaikan, bahwa mengawali luncak acara Peringatan Hari Jadi ke-321 Ambarawa sengaja dilaksanakan prosesi “Susuk Wangan” ini. Dalam prosesi “Susuk Wangan” itu, acara intinya kita berdoa bersama di komplek Sendang Kasepuhan di Baran Dukuh Lor, Kelurahan Baran, Ambarawa. Selain itu, akan mengambil air dari sendang tua ini untuk “jamasan” pusaka pada puncak peringatan hari jadi tersebut.

“Susuk Wangan” itu dalam bahasa Jawanya adalah ‘irep-irep’ yang artinya membersihkan sumber air. Artinya, sumber air yang dulunya zaman nenek moyang kita itu menjadi sumber kehidupan. Sekarang ini, mungkin saja sudah tidak begitu terawat. Dengan adanya acara “Susuk Wangan” ini, kita akan memulai merawat dan melestarikan lingkungan di sekitarnya,” jelas Ali Sueb.
Ditambahkan, perawatan itu bisa dengan mempertahankan pohon-pohon yang tumbuh di sekitar sumber air itu. Air yang memang jernih di Sendang Kasepuhan ini harus kita jaga untuk kelestariannya, pasalnya air tersebut banyak dimanfaatkan juga oleh masyarakat serta untuk pengairan sawah warga. Jadi, prosesi “Susuk Wangan” bertujuan untuk menjaga ekosistem, kelestarian, dan keseimbangan manusia dengan alam.
Lebih jauh disampaikan Ali Sueb, bahwa dengan momentum peringatan Hari Jadi ke-321 Ambarawa ini, yang salah satu point acaranya adalah “Jamasan Pusaka” dan air dari Sendang Kasepuhan ini sebagai sarana jamasan pusaka-pusaka yang kini tersimpan di Museum ‘Jayaningrat’ Ambarawa. Jamasan itu dilaksanakan bersamaan puncak acara peringatan Hari Jadi ke-321 Ambarawa, Rabu (09/09/2026) malam yang dipusatkan di Grha Abdi Praja Kecamatan Ambarawa.

“Hari ini kita melaksanakan kegiatan yang kita kemas dengan “Susuk Wangan” meski secara sederhana, yang intinya kita meminta petunjuk dan berdoa di komplek Sendang Kasepuhan sekalian mengambil air sendang yang digunakan untuk jamasan pusaka. Doa bersama ini dilakukan lintas agama,” ujarnya.
Hadir dalam kegiatan “Susuk Wangan” ini, Sumbodo Heru Budiono (mewakili Camat Ambarawa), Eko Hari P. (Kecamatan Ambarawa), Sugiharto (Lurah Baran) didampingi sejumlah staf, M.A. Maria Utami (Komunitas Wanita Berkebaya/KWB) beserta sejumlah anggota, dan aktivis dan pengurus Lembaga Kesenian Kecamatan (LKK) Ambarawa di antaranya Ali Sueb, Renggo Dumadi, dan Warsito.
(Heru Santoso)










