Melangkah di Atas Badai dengan Iman

Kontemplasi7 Dilihat

(Matius 14: 22-33)

Oleh: Suyito Basuki *)

Para murid menyaksikan Yesus berjalan di atas air.  Petrus kemudian juga berjalan di atas air!  Itu hal yang luar biasa!  Petrus berjalan di atas air karena mengikuti perintah Yesus.  Namun ketika angin berhembus, Petrus menjadi takut, sehingga ia tenggelam!

Kadang kita seperti Petrus, sudah mengalami mukjizat karena pertolongan Tuhan, tetapi masih juga kadang merasakan ketakutan dalam hidup, sehingga kita, sebagaimana Petrus, kita “tenggelam”.  Keadaan “tenggelam” itu tidak enak, karena orang “tenggelam” bisa berakibat macam-macam termasuk kematian.

Saat Petrus tenggelam, untunglah dia berteriak dan menyebut sebuah nama yang tepat.  Dia berteriak minta tolong kepada Yesus.  Dikatakan bahwa Yesus segera mendatangi dan mengulurkan tangan-Nya, memegang tangan Petrus, sehingga Petrus selamat.  Kenapa Petrus tenggelam?  Petrus ternyata kurang percaya dan hatinya bimbang! (31)

Rupanya ada korelasi antara kehidupan iman dengan keadaan hidup seseorang.  Kehidupan Petrus memberikan contoh.  Ketika Petrus beriman dengan sungguh-sungguh, ia dapat berjalan di atas air.  Petrus mendapatkan berkat dan pengalaman luar biasa bersama Yesus.  Tetapi saat keraguan dan kebimbangan melanda, maka ia kehilangan berkat dan pengalaman luar biasa tersebut.

Hidup orang percaya didorong untuk memiliki kestabilan dalam beriman dan hidup dalam ketidakkuatiran.  Dengan demikian, maka kehidupan orang percaya akan mendapatkan berkat dan pengalaman-pengalaman luar biasa bersama Yesus secara berkelanjutan.

Semua orang, termasuk orang percaya, hidup tidak saja pada situasi ombak yang tenang, tetapi kadang kala dalam gelombang yang besar.  Itulah dinamika kehidupan.  Meski demikian, orang percaya hendaknya tetap hidup fokus kepada Yesus, percaya 100 % janji penyertaan-Nya, dan melakukan firman-Nya.  Dengan demikian, hidup orang percaya akan menerima berkat dan pengalaman penuh mukjizat di dalam Tuhan.

*) Penulis tinggal di Ambarawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *